kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Ikatan Alumni IBM Indonesia: Penanganan Masalah Sampah Perlu Kolaborasi Semua Pihak


Rabu, 13 September 2023 / 22:23 WIB
Ikatan Alumni IBM Indonesia: Penanganan Masalah Sampah Perlu Kolaborasi Semua Pihak
ILUSTRASI. Sampah Botol plastik


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

Disampaikan Iwan Rasjid, seminar bertujuan untuk menambah wawasan publik terkait dengan ‘Waste Management’, Bank Sampah, Pemulung dan Regulasi Pemerintah RI.

"Kami merasa miris membaca data persampahan Indonesia, terutama sampah plastik, serta perilaku masyarakat yang masih membuang sampah sembarangan. Kemudian kami berinisiatif untuk berperan dalam sosialisasi dan pencerahan masyarakat melalui sosial media. Sampah menjadi tanggung jawab bersama sehingga harus ada kolaborasi antar stakeholder, itu rumusnya”. Jika berminat mengikuti seminar bisa menghubungi panitia di 081116312,” kata Iwan dalam keterangan resminya, Rabu (13/9).

Baca Juga: Polusi Jakarta

Menurut Suluh Tripambudi Rahardjo, ketua Ikatan Alumni IBM Indonesia (IAIBMI), pendekatan pengelolaan lingkungan, seperti pendekatan ekologi, teknologi, ekonomi, sosial, serta institusi, perlu diterapkan dalam menangani sampah.

Menurutnya, gerakan cepat dalam menangani masalah sampah perlu segera dilakukan. Pengelolaan sampah dilakukan dengan pengurangan dan penanganan sampah. Pengurangan sampah dilakukan dengan mencegah adanya sampah, meminimalkan produksi sampah, misalnya dengan mengurangi penggunaan kantong belanja plastik.

Selanjutnya, penanganan sampah dilakukan dengan menggunakan kembali sampah yang masih bisa digunakan dan mendaur ulang sampah langsung di sumbernya.

Salah satu tantangan terberat, yakni merubah perilaku penanganan sampah. Katakan teknologi sudah ada, tetapi kalau perilaku tidak berubah, tetap akan sulit.

"Karena itu, perlu terus dilakukan edukasi ke masyarakat. Kalau perilaku tidak berubah maka sampah baik dalam jumlah maupun komposisi akan terus bertambah,” terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×