kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Ibukota tetap Jakarta, pusat pemerintahan di lain kota


Kamis, 09 September 2010 / 13:41 WIB


Reporter: Hans Henricus

JAKARTA. Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi mengungkapkan, banyak pendapat menyarankan pemerintah mengkaji opsi pemisahan ibukota dan pusat pemerintahan. Hal itu merupakan opsi ketiga yang digulirkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono selain opsi mempertahankan Jakarta sebagai ibukota dan membangun ibukota serta pusat pemerintahan baru.

Hanya saja, pemisahan itu dilakukan dengan membangun sebuah pusat pemerintahan baru dengan tetap mempertahankan Jakarta sebagai ibukota. Model seperti ini terjadi di Malaysia yang memisahkan Kuala Lumpur sebagai ibukota dan pusat pemerintahan di Putrajaya.

"Ibukota tetap disini, pemerintahan kaya model Malaysia, itu mungkin lebih murah dan historisnya tidak hilang," ujar Gamawan usai ramah tamah Presiden dengan wartawan di Istana Negara, Rabu malam (8/9).

Meski demikian, kata Gamawan, Presiden membuka peluang kepada seluruh lapisan masyarakat terus memberikan pendapatnya.

Meski butuh pengkajian mendalam, Gamawan mengimbuhkan, di tingkat pemerintah tetap membahasnya untuk mengambil tindakan jangka pendek terhadap kondisi Ibukota Jakarta. "Penanggulangan jangka pendek tetap kita rapat, keputusannya bagaimana," kata Gamawan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×