kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

70% Polusi Jakarta Berasal dari Kendaraan Bermotor


Jumat, 11 September 2009 / 18:59 WIB


Reporter: Dyah Megasari |

JAKARTA. Jakarta masih saja tercatat sebagai salah satu kota besar yang punya masalah dengan tingkat polusi udara. Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Ubaidillah bilang, anggaran kesehatan bagi korban penyakit polusi udara di tahun 1998 mencapai Rp 1,8 triliun. Namun, seiring tingkat polusi yang juga meningkat, maka diperkirakan anggaran tersebut juga akan terus meningkat.

"Angka ini bisa mencapai Rp 4,3 triliun pada 2015," kata Ubaidillah, Jumat (11/9).

Oleh sebab itu dia berharap, jika Pemerintah Provinsi DKI tak menganggap enteng masalah polusi udara ini. Bentuk tindak lanjut yang kudu dilakukan oleh Pemprov DKI adalah dengan menyediakan alat transportasi beremisi rendah. "70% polusi udara di Jakarta berasal dari kendaaraan bermotor," sambungnya.

Upaya menekan udara kotor yang dilakukan Pemprov seperti Hari Bebas Kendaraan Bermotor di beberapa wilayah dinilai belum terlalu menolong. Oleh sebab itu, ruang terbuka hijau masih sangat diperlukan agar bisa mensuply udara bersih.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×