kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.723.000   -27.000   -0,98%
  • USD/IDR 17.771   30,00   0,17%
  • IDX 6.522   116,06   1,81%
  • KOMPAS100 849   15,70   1,88%
  • LQ45 641   8,52   1,35%
  • ISSI 230   4,91   2,18%
  • IDX30 358   4,21   1,19%
  • IDXHIDIV20 437   4,93   1,14%
  • IDX80 97   1,66   1,75%
  • IDXV30 122   1,89   1,57%
  • IDXQ30 114   1,08   0,96%

Hingga Juli, realisasi belanja modal K/L hanya Rp 48,4 triliun


Senin, 26 Agustus 2019 / 18:04 WIB
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Sri Mulyani berharap, kementerian dan lembaga yang memiliki porsi portofolio belanja modal yang cukup besar dapat mengeksekusi dan mengakselerasi penyerapannya.

Baca Juga: Ini empat langkah yang harus ditempuh pemerintah untuk kerek penerimaan pajak

Apalagi, pemerintah juga telah memberikan berbagai insentif bagi dunia usaha yang ditujukan untuk mendorong investasi dalam negeri. Dengan begitu, peran pemerintah dan swasta dalam mendorong pertumbuhan investasi bisa sejalan. 

Sementara, Direktur Jenderal Anggaran Kemenkeu Askolani menambahkan, perlambatan serapan belanja modal juga disebabkan oleh adanya upaya efisiensi. 

Efisiensi pada proses lelang di Kementerian PUPR, misalnya, cukup berpengaruh.  “Tentunya ini efisiensi yang positif karena dilakukan dengan mengurangi alokasi anggaran (dalam lelang) namun output yang dihasilkan tetap sama,” tandas Askolani. 

Baca Juga: Penerimaan negara bukan pajak mencapai Rp 241,27 triliun di semester I

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×