Reporter: Chelsea Anastasia | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Setelah Lebaran, harga ayam hidup mengalami penurunan akibat adanya kelebihan pasokan (oversupply).
Sekretaris Jenderal Gabungan Organisasi Peternak Ayam (Gopan) Sugeng Wahyudi mengatakan, di daerah Jawa Barat, harga ayam hidup saat ini sekitar Rp 19.000 per kilogram (kg), sedangkan harga di Jawa Tengah sedikit lebih rendah.
"Harga ayam hidup di kandang (sebagai perbandingan) pernah mencapai kisaran Rp 25.000 per kg," ungkapnya kepada Kontan, Senin (6/4/2026) malam.
Saat ini, lanjut Sugeng, modal peternak atau biaya pokok produksi untuk ayam berukuran besar sekitar Rp 21.000 per kg. Maka dari itu, seminggu terakhir, peternak merugi kurang lebih Rp 2.000 per kg.
Baca Juga: MBG Serap Anggaran Jumbo, Purbaya Ungkap Penerimaan Pajak dari Program Ini
Ia mengatakan, hingga saat ini peternak menunda pemeliharaan ayam, alih-alih mengurangi produksi akibat harga rendah.
"Hal ini disebabkan oleh kesiapan kandang yang belum maksimal, efek dari perlambatan serapan ayam hidup di kandang," jelas Sugeng.
Perlambatan serapan ayam tersebut, kata dia, diakibatkan oleh periode libur pedagang dan rumah potong ayam (RPA), sehingga terjadi penumpukan pasokan.
Sugeng membeberkan, dalam waktu dekat, Direktur Jenderal Peternakan Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak Kementan akan mempertemukan para pelaku usaha untuk membahas dinamika supply-demand yang terjadi selama 10 hari terakhir.
"Rekomendasi dari Gopan adalah agar secepatnya koordinasi antarpelaku, agar tidak terjadi penurunan harga ke level lebih rendah lagi," pungkas dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













