kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Hanya andalkan alam, pertumbuhan ekonomi rendah


Senin, 25 Mei 2015 / 23:00 WIB
Hanya andalkan alam, pertumbuhan ekonomi rendah
ILUSTRASI. Kenali beberapa arti singkatan status NPWP bagi para pemilik NPWP dan cara untuk melakukan pengecekan status NPWP di sini.


Sumber: Kompas.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan Indonesia mengalami perlambatan ekonomi. Kenyataan menunjukkan pada kuartal I-2015 ekonomi hanya tumbuh 4,71%. 

Dilihat dari wilayahnya, pertumbuhan ekonomi tersebut didorong dari sumber ekonomi yang berbeda-beda. Menariknya sejumlah wilayah yang mengandalkan ekonomi dari sumber daya alam justru mencetak pertumbuhan ekonomi di bawah nasional, 4,71% tersebut. "Papua dan Maluku, wilayah ini ekonominya tumbuh 3,7%, artinya di bawah pertumbuhan ekonomi nasional. Kenapa? Ini karena sangat tergantung sumber daya alam, tambang tembaganya Freeport harganya turun," kata Bambang dalam forum investasi dan perdagangan, Jakarta, Senin (25/5). 

Wilayah Sumatera juga menjadi salah satu yang mengandalkan sumber daya alam. Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2015 hanya 3%. 

Bambang menyebut, ketergantungan terhadap batubara dan CPO yang harganya tengah anjlok tidak mampu mendorong pertumbuhan ekonomi. "Kalimantan adalah pulau yang paling terdampak penurunan harga komoditas, pertumbuhan ekonominya 1 persen," imbuh Bambang. 

Melihat kondisi ini Bambang berpesan agar tidak lagi terjadi "jebakan komoditas". Sulawesi menjadi salah satu wilayah yang bisa menghindar dari " jebakan komoditas ". Wilayah Timur Indonesia yang satu ini sudah mampu melakukan hilirisasi kakao dan nikel. Sehingga, pada periode sama, ekonominya tumbuh 7%. 

Wilayah yang mengalami pertumbuhan ekonomi paling tinggi adalah Bali dan Nusa Tenggara, yakni sebesar 9%. Ini karena didorong pariwisata yang mendominasi perekonomian. Sementara Jawa hanya tumbuh sedikit di atas nasional, sebesar 5%. "Ini masih didorong manufaktur dan jasa utamanya komunikasi, perdagangan dan transportasi," pungkas Bambang. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×