kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.887   40,00   0,22%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Hambit tak menyesal dilantik jadi Bupati di rutan


Rabu, 25 Desember 2013 / 14:30 WIB
ILUSTRASI. PT Nusatama Berkah Tbk (NTBK), akan membagikan dividen tunai Rp188 juta.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Tak ada kata menyesal bagi Hambit Bintih. Pria yang terpilih sebagai Bupati Gunung Mas, Kalimantan Tengah ini harus menjalani pelantikannya yang akan terlaksana di dalam Rumah Tahanan KPK di Pomdam Jaya, Guntur, Jakarta Selatan.

"Engak, enggak menyesal," ujar Hambit pendek dikonfirmasi soal rencana pelantikannya di rutan, sesaat sebelum memasuki Gedung KPK, Jakarta, Rabu (25/12), sebelum melaksanakan ibadah Natal bertempat di ruang konferensi pers.

Menurutnya, pelantikan di mana pun tak masalah. Hambit yang dijadikan tersangka oleh penyidik KPK dalam kasus dugaan suap hakim Mahkamah Konstitusi, Akil Mochtar, dalam Pilkada Kabupaten Gunung Mas, itu akan mengikuti dan tunduk pada aturan berlaku.

Keluarga juga mendukung pelantikan Bintih sebagai Bupati Gunung Mas, di dalam rutan. Demikian disampaikan sang istri, Rusiati yang mengaku memastikan hadir dalam acara pelantikan suaminya nanti. "Memang belum pasti (waktunya), tapi nanti saya akan hadir," ucap Rusiati.

Rusiati menyempatkan berkunjung ke Gedung KPK, di mana suaminya akan menjalani ibadah Natal. Ia enggan berkomentar banyak. Keluar dari gedung KPK, perempuan berambut pendek yang mengenakan baju merah marun terus berjalan menuju mobilnya.

Hambit Bintih yang berpasangan dengan Anton Dohong mengalahkan pasangan Jaya dan Daldin dalam Pilkada Gunung Mas yang digelar 4 September 2013. Tapi Hambit harus mendekam di rutan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pilkada Gunung Mas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×