kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Fitra minta BPK laporkan temuan di dua Kementerian


Jumat, 20 Juni 2014 / 18:04 WIB
Fitra minta BPK laporkan temuan di dua Kementerian
ILUSTRASI. Bobby iKON adalah salah satu idol K-pop populer yang telah menikah dan telah memiliki seorang anak dari istrinya yang non selebriti.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) segera melaporkan temuan mereka di Kementerian Pemuda dan Olah Raga (Kemenpora) dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemparekraf) ke aparat penegak hukum.

Mereka melalui Uchok Sky Khadafi, Koordinator Divisi Advokasi dan Investigasi Fitra mengatakan bahwa temuan BPK soal ketidakberesan laporan pertanggungjawaban penggunaan dana bansos dan belanja barang di ke dua kementerian tersebut serius.

"Tanpa dibawah pada ranah penyelidikan akan jadi sampah, dan realisasi anggaran setiap tahun akan terus-menerus terjadi penyimpangan anggaran karena digunakan secara tidak beres tapi tidak pernah dipertanggungjawabkan," kata Uchok.

BPK dalam hasil audit yang mereka lakukan terhadap laporan keuangan kementerian Pemuda dan Olah Raga dan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menemukan adanya penggunaan anggaran negara yang bermasalah. Untuk Kementerian Pemuda dan Olah Raga, mereka menemukan dana bantuan sosial senilai Rp 264,83 miliar belum bisa dipertanggungjawabkan penyalurannya.

Sementara itu, untuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, BPK menemukan penggunaan anggaran Rp 1,28 triliun. Rochmadi Saptogiri, Auditor Utama Keuangan Utama III BPK mengatakan, temuan penggunaan anggaran yang tidak beres tersebut sebenarnya merupakan kejadian yang berulang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×