kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Fed pangkas stimulus, pemerintah siap antisipasi


Kamis, 20 Maret 2014 / 17:26 WIB
ILUSTRASI. Kegiatan ship to ship transfer atau alih muatan dari kapal ke kapal oleh tanker LNG Triputra dengan FSRU Jawa Satu milik PT GTS Internasional Tbk (GTSI) di perairan lepas pantai Indonesia.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed akan kembali mengurangi stmulusnya sebesar US$ 10 miliar menjadi US$ 55 miliar pada bulan Maret ini. Pemerintah Indonesia pun mengantisipasi tantangan eksternal ini dengan menjaga stabilitas dalam negeri.

Wakil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan, pengurangan stimulus The Fed tentu akan berdampak bagi market tanah air. Hanya saja, kata dia, yang  perlu dilakukan pemerintah sebagai antisipasi adalah menjaga kestabilan.

"Pastikan kepercayaan pemodal," ujar Bambang yang dijumpai di Kementerian Keuangan Jakarta, Kamis (20/3).  Kestabilan dalam negeri seperti inflasi harus dijaga.

Meskipun adanya perbaikan ekonomi negara maju termasuk Amerika, Bambang masih optimis arus modal asing masih akan mengalir ke tanah air dan beberapa emerging market.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×