kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.819.000   -17.000   -0,93%
  • USD/IDR 16.564   166,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Likuiditas Perekonomian Bulan April 2023


Senin, 29 Mei 2023 / 11:48 WIB
Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Likuiditas Perekonomian Bulan April 2023
ILUSTRASI. Warga mengantri saat berlangsungnya penukaran uang baru pada mobil kas keliling Bank Indonesia (BI) di Pasar Palmerah, Jakarta Barat, Selasa(19/4/2022). Faktor yang Pengaruhi Perkembangan Likuiditas Perekonomian Bulan April 2023.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) meningkat pada periode Idul Fitri 2023. 

Bank Indonesia (BI) mencatat, M2 April 2023 sebesar Rp 8.350,4 triliun, atau naik dari Rp 8.293,3 triliun dari bulan sebelumnya. 

Nominal tersebut pun tumbuh 5,5% secara tahunan atau year on year (yoy). Namun, Direktur Eksekutif, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengungkapkan pertumbuhannya melambat dari bulan sebelumnya. 

Baca Juga: BI Catat Likuiditas Perekonomian Naik pada Momen Idul Fitri 2023

Adapun pada Maret 2023, M2 terpantau tumbuh hingga 6,2% yoy. 

"Berdasarkan faktor yang memengaruhi, perkembangan M2 pada April 2023 terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit," terang Erwin dalam laporannya, Senin (29/5). 

Penyaluran kredit pada April 2023 tercatat tumbuh 8,0% yoy atau melambat dari pertumbuhan pada bulan sebelumnya yang sebesar 9,8% yoy. 

Kabar baiknya, faktor aktiva luar negeri bersih mengalami peningkatan pertumbuhan, yaitu menjadi sebesar 11,0% yoy setelah pada bulan sebelumnya tumbuh 9,9% yoy. 

Baca Juga: Sri Mulyani Ungkap 4 Tantangan Besar yang Harus Dihadapi Usai Pandemi Berakhir

"Ini seiring dengan perkembangan cadangan devisa," tambah Erwin. 

Sementara itu, tagihan bersih sistem moneter kepada pemerintah pusat turun 25,3% yoy, atau melandai dari penurunan 25,7% yoy pada bulan sebelumnya. 

Hal tersebut didorong oleh kewajiban sistem moneter kepada pemerintah pusat yang tumbuh 41,2% yoy, terutama dalam bentuk simpanan.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×