kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   -65.000   -2,22%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Ekspor Indonesia ke China turun 10,98%


Senin, 04 Agustus 2014 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Kementerian Keuangan mencatat, realisasi penerimaan pajak pada Januari 2023 mencapai Rp 162,23 triliun. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Perlambatan ekonomi yang terjadi di China berpengaruh terhadap kinerja ekspor tanah air. Ekspor Indonesia turun 10,98% ke negeri tirai bambu tersebut.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ekspor ke China dari Januari 2014 hingga Juni 2014 sebesar US$ 8,98 miliar. Nilai ekspor menurun 10,98% dibandingkan periode yang sama dengan tahun sebelumnya yang mencapai US$ 10,08 miliar. Ekspor ke China juga melorot 7,99% menjadi US$ 1,33 miliar pada bulan Juni jika dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Suryamin mengatakan barang komoditi ekspor yang paling tinggi penurunannya adalah barang-barang mineral. Akumulasi penurunannya dari Januari-Juni 2014 mencapai 19,71% bila dibanding periode sama tahun lalu. Nilai ekspornya turun menjadi US$ 28,4 miliar. "Selain itu, karet dan barang-barang dari karet pun turun 40,76% akumulasi Januari-Juni 2014," ujar Suryamin di Jakarta, Senin (4/8).

Ekspor Indonesia ke Jepang juga melorot. Selama Januari 2014 hingga Juni 2014 ekspor ke Jepang US$ 7,11 miliar atau turun 12,79% dari periode sama tahun lalu yang mencapai US$ 8,15 miliar.

Adapun total ekspor non migas semester pertama 2014 mencapai US$ 73,14 miliar. Nilai ini turun 2,14% dibanding semester pertama 2013 yang sebesar US$ 74,74 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×