kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Ekonom ini proyeksikan ekonomi bisa tumbuh 4,3% jika corona selesai akhir kuartal II


Minggu, 22 Maret 2020 / 14:50 WIB
Ekonom ini proyeksikan ekonomi bisa tumbuh 4,3% jika corona selesai akhir kuartal II
ILUSTRASI. Warga memilih barang kebutuhan di pusat perbelanjaan di Jakarta.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

Kedua, IKS juga telah membuat pertimbangan pertumbuhan ekonomi Indonesia dengan asumsi wabah ini terus berlanjut melewati akhiri kuartal II-2020 dan akhirnya pemerintah mengambil langkah lockdown di kuartal III-2020. Eric menjelaskan empat skenario penting terkait ini.

Pada skenario pertama, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa sebesar 4,0%. Ini juga sejalan dengan asumsi rata-rata tahunan harga minyak dunia di level US$ 40 per barel dan rata-rata tahunan kurs rupiah sebesar Rp 14.300 per dolar AS.

Skenario kedua, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa sebesar 3,8% seiring dengan asumsi dengan rata-rata tahunan harga minyak dunia di level US$ 30 per barel dan rata-rata tahunan kurs rupiah sebesar Rp 14.300.

Skenario ketiga, pertumbuhan ekonomi Indonesia bisa merosot di angka 3,5% bila rata-rata tahunan harga minyak dunia di level US$ 30 per barel dan rata-rata tahunan nilai tukar rupiah sebesar Rp 14.500.

Baca Juga: Simak tujuh langkah kebijakan yang ditempuh BI demi mendorong pertumbuhan ekonomi

Skenario keempat, pertumbuhan ekonomi Indonesia diprediksi hanya bisa di 2,5% seiring dengan asumsi rata-rata tahunan harga minyak sebesar US$ 30 per barel dan rata-rata tahunan kurs rupiah sebesar Rp 15.000.

Selanjutnya, pemerintah juga telah menggelontorkan paket stimulus fiskal yang dibarengi dengan pelonggaran moneter yang dikeluarkan oleh bank sentral. Menurut Eric, stimulus-stimulus tersebut memang perlu, tetapi efektivitasnya akan terlihat setelah dijalankan.

"Mestinya bisa terlihat bagaimana hasilnya dalam watu sekitar 1 bulan sampai 1 kuartal pasca digulirkan. Nanti bisa dilihat, salah satu indikator yang bisa dijadikan acuan adalah survei penjualan retail," tambah Eric.

Eric juga menegaskan, stimulus-stimulus tersebut juga bisa semakin terasa efektivitasnya bila wabah ini telah berhenti.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×