kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

DPR tolak tambah anggaran BSN


Kamis, 14 Oktober 2010 / 12:10 WIB
DPR tolak tambah anggaran BSN
ILUSTRASI. Penjualan daging ayam potong


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Komisi VI DPR menolak penambahan anggaran Badan Standardisasi Nasional (BSN) senilai Rp 39,4 miliar. DPR menilai permintaan BSN itu tidak terlalu penting. Selain itu, negara memiliki keterbatasan anggaran.

Penolakan tersebut diberikan setelah Komisi VI DPR menggelar rapat tertutup dengan BSN, Rabu (13/10) malam. Dengan penolakan ini, anggaran BSN tahun depan hanya sebesar Rp 82,62 miliar saja.

Wakil Ketua Komisi VI DPR Agus Hermanto menjelaskan, semua kementerian dan lembaga negara mengajukan tambahan anggaran sehingga tidak semua bisa disetujui. "Hanya anggaran prioritas dan mendesak saja yang bisa disetujui," kata Agus, usai memimpin rapat.

Sebelumnya, Kepala BSN Bambang Setiadi menjelaskan, tambahan anggaran itu untuk mendanai program sinkronisasi 200 produk Standardisasi Nasional Indonesia (SNI) dengan standar internasional. Selain itu, BSN juga harus menyusun delapan pedoman SNI baru dan mensosialisasikan ke publik. "Meski anggaran ditolak, kami berharap, program tersebut tetap berjalan dengan menggunakan anggaran yang lama," terang Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×