kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.819.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.577   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Rupiah menguat, anggaran pemerintah hemat Rp 7 triliun


Kamis, 14 Oktober 2010 / 10:39 WIB
ILUSTRASI. Roti bakar keju Mr Robaba


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penguatan rupiah menguntungkan pemerintah. Gara-gara penguatan itu, pemerintah bisa menghemat anggaran sebesar Rp 7 triliun hingga Oktober ini.

Bukan hanya itu. Pjs Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Agus Supriyanto mengatakan penguatan rupiah juga menghemat anggaran dari harga minyak mentah (ICP) yang saat ini berkisar US$ 77 per barel. "Perhitungan hingga Oktober, kita bisa menghemat sekitar Rp 1 triliun hingga Rp 2 triliun," kata Agus kepada KONTAN.

Dengan adanya penghematan akibat nilai tukar rupiah dan harga ICP yang dibawah asumsi makro itu, Agus optimis perkiraan volume BBM bersubsidi yuang tahun ini diperkirakan melampaui kuota dalam APBNP 2010 yang sebesar 36,5 juta kiloliter menjadi sekitar 38,5 juta kiloliter dapat teratasi.

"Kalau mencapai 38,5 juta kilo liter, berarti ada tambahan anggaran sekitar Rp 3 triliun. Nah, karena ada gain dari penguatan rupiah dan harga ICP itu kan berarti masih cukup," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×