kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   20.000   0,76%
  • USD/IDR 18.088   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.042   2,45   0,04%
  • KOMPAS100 790   1,48   0,19%
  • LQ45 600   1,02   0,17%
  • ISSI 210   -0,03   -0,02%
  • IDX30 339   0,09   0,03%
  • IDXHIDIV20 422   0,59   0,14%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 115   -0,13   -0,11%
  • IDXQ30 109   0,09   0,08%

DPR minta anggaran infrastruktur dinaikkan


Selasa, 21 April 2015 / 17:02 WIB
ILUSTRASI. Promo Guardian Super Hemat Periode 9-22 November 2023.


Reporter: Agus Triyono | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. DPR melalui Komisi V meminta pemerintah melipatgandakan anggaran infrastruktur. Tidak tanggung- tanggung, permintaan kenaikan anggaran yang mereka layangkan cukup besar, mencapai 5% dari produk domestik bruto (PDB).

Muhidin Said, Wakil Ketua Komisi V DPR mengatakan, peningkatan ini penting dilakukan agar pembangunan infrastruktur bisa digenjot. “Peningkatan belanja infrastruktur berkorelasi positif dengan pertumbuhan ekonomi, maka itu agar itu bisa dilakukan tingkatkan belanja infrastruktur dari yang saat ini baru mencapai 2,5% menjadi 5% dari PDB,” kata Muhidin di Jakarta Selasa (21/4).

Muhidin mengatakan, DPR siap memberi dukungan politik penuh kepada pemerintah agar anggaran infrastruktur bisa dinaikkan menjadi 5% dari PDB. Askolani, Dirjen Anggaran Kementerian Keuangan sementara itu mengakui, anggaran infrastruktur Indonesia saat ini jauh tertinggal jika dibandingkan negara tetangga, seperti; Thailand dan juga China.

Tapi, untuk menaikkan anggaran infrastruktur, apalagi sampai mencapai 5% dari PDB bukan pekerjaan mudah. Pemerintah harus melihat kemampuan fiscal yang dimiliki. “Ini tantangan,” katanya. Sekadar informasi, pemerintah memberikan porsi anggaran infrastruktur tahun ini hingga Rp 290,3 triliun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×