kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.641.000   -14.000   -0,53%
  • USD/IDR 18.058   73,00   0,41%
  • IDX 5.887   -99,02   -1,65%
  • KOMPAS100 766   -15,17   -1,94%
  • LQ45 585   -9,52   -1,60%
  • ISSI 203   -3,10   -1,51%
  • IDX30 332   -5,12   -1,52%
  • IDXHIDIV20 411   -4,31   -1,04%
  • IDX80 87   -1,66   -1,87%
  • IDXV30 111   -1,27   -1,13%
  • IDXQ30 107   -1,18   -1,09%

DPR: Ekspor Listrik ke Singapura Harus Beri Nilai Tambah Maksimal untuk Indonesia


Rabu, 08 Juli 2026 / 14:46 WIB
DPR: Ekspor Listrik ke Singapura Harus Beri Nilai Tambah Maksimal untuk Indonesia
ILUSTRASI. Komisi XII DPR meminta pemerintah mengawal ketat rencana ekspor listrik rendah karbon ke Singapura. (ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Komisi XII DPR meminta pemerintah mengawal ketat rencana ekspor listrik rendah karbon ke Singapura agar memberikan dampak ekonomi yang optimal ke dalam negeri. 

Langkah kehati-hatian Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam menyusun skema harga dinilai menjadi kunci untuk memastikan kerja sama proyek interkoneksi lintas batas ini tidak merugikan kepentingan nasional.

Anggota Komisi XII DPR RI Yulisman mengungkapkan, proyek strategis ini berpotensi untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat energi bersih di kawasan regional ASEAN. 

Baca Juga: PM Modi Janji Restorasi Candi Prambanan Bisa Rampung Sebelum Tahun 2029

Kendati demikian, pencapaian kerja sama tersebut tidak boleh hanya diukur berdasarkan volume pasokan listrik yang dikirim ke luar negeri, melainkan harus mampu menjadi stimulus bagi pertumbuhan investasi, penyerapan tenaga kerja lokal, transfer teknologi, serta penguatan ekosistem rantai pasok industri hijau nasional.

"Kerja sama ini harus memberikan manfaat yang seimbang bagi kedua negara, namun yang paling penting adalah mampu menghadirkan nilai tambah sebesar-besarnya bagi Indonesia," ujarnya dalam keterangan tertulis, Rabu (8/7/2026).

Yulisman menuturkan, kesepakatan dalam Leaders' Retreat Indonesia–Singapura pada awal Juli 2026 menjadi landasan kuat untuk mengimplementasikan proyek interkoneksi tersebut. 

Nota kesepahaman yang telah ditandatangani kedua belah pihak menargetkan pengembangan kapasitas ekspor listrik rendah karbon hingga mencapai 3,4 gigawatt (GW) secara bertahap yang diproyeksikan bakal terealisasi penuh pada tahun 2035 mendatang.

Lebih lanjut, Yulisman menegaskan, Indonesia harus menghindari peran pasif yang hanya menjadi pemasok energi bagi negara tetangga tanpa mendapatkan keuntungan struktural. 

Baca Juga: Kredit UMKM Masih Lesu, Pendampingan Bisa Memperkuat Kesiapan Pelaku Usaha

Menurutnya, kerja sama internasional ini wajib didorong untuk menumbuhkan industri manufaktur komponen energi terbarukan lokal, mendukung program hilirisasi komoditas, serta meningkatkan kapasitas dan keahlian teknis sumber daya manusia di sektor energi bersih.

"Saya optimistis, dengan negosiasi yang dilakukan secara cermat oleh Menteri ESDM beserta jajaran, Indonesia akan memperoleh skema kerja sama yang saling menguntungkan. Ekspor listrik hijau harus menjadi momentum untuk memperkuat ketahanan energi nasional, mempercepat hilirisasi industri hijau, menarik investasi berkualitas, serta menjadikan Indonesia sebagai pemain utama energi bersih di kawasan ASEAN," pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, proses negosiasi tarif masih terus berlangsung. Pemerintah Indonesia menginginkan kesepakatan komersial yang tidak hanya membuka peluang ekspor energi, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi yang seimbang serta adil bagi kedua negara tetangga. 

"Nah, terkait dengan harga listrik ke Singapura, proses tahapannya berjalan, tetapi kita masih menegosiasikan harga. Regulasi kita memang menempatkan harga itu di pemerintah. Kita ingin ada win-win, saling menguntungkan. Kerja sama itu harus saling menguntungkan kedua pihak. Tinggal di titik itu saja dan saya pikir sebentar lagi akan ada titik temu," terangnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×