kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.830.000   -50.000   -1,74%
  • USD/IDR 17.196   33,00   0,19%
  • IDX 7.537   -22,88   -0,30%
  • KOMPAS100 1.033   -6,44   -0,62%
  • LQ45 738   -5,41   -0,73%
  • ISSI 273   -0,69   -0,25%
  • IDX30 402   1,78   0,44%
  • IDXHIDIV20 492   5,07   1,04%
  • IDX80 116   -0,74   -0,64%
  • IDXV30 141   1,73   1,25%
  • IDXQ30 129   0,61   0,47%

DEN Dukung Rencana Ekspor Listrik ke Singapura, Incar Investasi Besar di Sektor EBT


Rabu, 22 April 2026 / 13:00 WIB
DEN Dukung Rencana Ekspor Listrik ke Singapura, Incar Investasi Besar di Sektor EBT
ILUSTRASI. Interkoneksi Sistem Kelistrikan di Kalimantan (Dok/PLN)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana penguatan kerja sama perdagangan listrik lintas batas atau cross border electricity trade (CBET) antara Indonesia dan Singapura mendapatkan lampu hijau dari Dewan Energi Nasional (DEN). Langkah ini dinilai strategis untuk menggaet investasi asing sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok energi regional.

Anggota Dewan Energi Nasional (DEN), Saleh Abdurrahman menilai, kerja sama ini sejalan dengan ambisi kawasan untuk membangun interkoneksi energi. 

"ASEAN memiliki program interkoneksi listrik melalui program ASEAN Power Grid baik dalam konteks investasi dan juga meningkatkan ketahanan energi regional," ujarnya kepada Kontan.co.id, Rabu (22/4/2026).

Saleh menjelaskan, proyek ekspor listrik yang bersumber dari energi terbarukan (ET), khususnya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS), memiliki prospek bisnis yang sangat cerah. Terlebih, Singapura merupakan pasar potensial yang sudah siap menyerap pasokan listrik tersebut dalam jumlah besar.

Baca Juga: Danantara Kantongi Investasi Pabrik PLTS US$ 1,4 M, Pembangunan Rampung Akhir Tahun

"Kerja sama investasi dan perdagangan listrik dari ET khususnya PLTS ini cukup prospek karena kita bisa memproduksi PLTS dalam jumlah besar yang konsumennya sudah jelas yaitu Singapura. Untuk mengejar pertumbuhan 8% kita butuh investasi-investasi besar dari luar negeri termasuk di sektor energi," jelasnya.

Namun demikian, Saleh memberikan catatan agar pemerintah memastikan optimalisasi nilai tambah di dalam negeri. Ia berharap industri PLTS tidak hanya menjadi perantara, tetapi mampu membangun ekosistem manufaktur dari hulu ke hilir di tanah air agar dampak ekonominya terasa maksimal.

"Tentu kita harapkan industri PLTS tumbuh pesat dan seluruh value chain-nya diproduksi di Indonesia, dari pemrosesan pasir silika hingga menjadi sel surya, diproduksi di dalam negeri agar nilai tambahnya optimal. Kita optimis bahwa pengembangan PLTS akan berkembang pesat dengan meningkatnya kesadaran sektor industri dan konsumen lain untuk menggunakan ET termasuk tenaga surya," pungkasnya.

Baca Juga: Butuh Investasi US$ 500 Miliar, Electricity Connect 2026 Fokus ke PLTS & Data Center

Sebelumnya, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) sekaligus CEO Danantara, Rosan Roeslani bertemu Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong, saat kunjungan kerja ke Singapura. 

Dalam Pertemuan tersebut kedua negara membahas penguatan kerja sama ekonomi, termasuk perdagangan listrik lintas batas atau cross border electricity trade (CBET). 

Rosan mengatakan, sebagai investor terbesar di Indonesia, peran Singapura sangat signifikan dalam mendorong investasi di berbagai sektor, khususnya manufaktur, yang berdampak besar pada penciptaan lapangan kerja.

"Kami membahas kemitraan dalam green growth dan industri masa depan, termasuk tindak lanjut kerja sama perdagangan listrik lintas batas (CBET), serta dukungan terhadap agenda transisi energi dan pembangunan industri berkelanjutan," kata Rosan dikutip dari akun Instagramnya, Rabu (22/4/2026).

Baca Juga: Presiden Prabowo Dorong Pembangunan PLTS Sampai ke Desa, Bos Danantara Bilang Begini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Apa dampak bagi saya, jika saya...



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×