CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.600.000   -25.000   -0,95%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Dongkrak Ekonomi, Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Perlu Digenjot


Rabu, 19 Agustus 2026 / 14:50 WIB
Dongkrak Ekonomi, Pertumbuhan Konsumsi Rumah Tangga Perlu Digenjot
ILUSTRASI. Konsumsi rumah tangga masih perlu terus ditingkatkan untuk memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Konsumsi rumah tangga masih perlu terus ditingkatkan untuk memperkuat momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal II 2026 tercatat sebesar 5,29% year on year (yoy), melanjutkan pertumbuhan pada kuartal sebelumnya sebesar 5,61% yoy.

Pertumbuhan tersebut banyak ditopang stimulus fiskal yang berdampak pada peningkatan konsumsi Pemerintah dan investasi.

Baca Juga: BI: Prospek Ekonomi Global Masih Lemah, Perlu Sinergi Fiskal dan Moneter

Destry bilang, konsumsi pemerintah tetap tumbuh tinggi bersumber dari peningkatan belanja pegawai termasuk pembayaran gaji ke-13, serta belanja barang dan jasa terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Sementara itu, konsumsi rumah tangga tetap baik meskipun perlu terus ditingkatkan memanfaatkan momentum kuatnya stimulus fiskal,” tutur Destry dalam konferensi pers, Rabu (19/8/2026).

Destry menyebut kinerja ekspor juga perlu terus didorong sehingga makin memperkuat struktur pertumbuhan ekonomi.

Ke depan, Destry memperkiraka pertumbuhan ekonomi tetap baik ditopang implementasi berbagai program stimulus pemerintah dan keyakinan pelaku ekonomi yang terjaga.

BI terus memperkuat bauran kebijakan melalui kebijakan moneter, makroprudensial, dan sistem pembayaran yang bersinergi erat dengan kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas dalam rangka mendorong pertumbuhan ekonomi.

“BImemprakirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 berada dalam kisaran 4,9%–5,7%,” kata Destry.

Baca Juga: Bank Indonesia Kembali Pertahankan BI-Rate di Level 5,75% Pada Agustus 2026

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×