kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.679.000   50.000   1,90%
  • USD/IDR 17.939   -8,00   -0,04%
  • IDX 6.344   -7,43   -0,12%
  • KOMPAS100 833   -2,31   -0,28%
  • LQ45 631   -3,13   -0,49%
  • ISSI 219   -0,63   -0,29%
  • IDX30 354   -1,64   -0,46%
  • IDXHIDIV20 433   -1,50   -0,35%
  • IDX80 95   -0,31   -0,33%
  • IDXV30 120   -0,41   -0,34%
  • IDXQ30 113   -0,60   -0,53%

Konsumsi Rumah Tangga Bergantung pada Belanja Pemerintah, Daya Beli Murni Belum Pulih


Kamis, 06 Agustus 2026 / 15:23 WIB
Konsumsi Rumah Tangga Bergantung pada Belanja Pemerintah, Daya Beli Murni Belum Pulih
ILUSTRASI. BPS mencatat konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% YoY dengan konsumsi pemerintah melonjak 15,97% YoY pada kuartal II-2026 (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)


Reporter: Siti Masitoh | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pertumbuhan konsumsi rumah tangga pada kuartal II-2026 dinilai masih sangat bergantung pada stimulus fiskal pemerintah. Tingginya belanja pemerintah dinilai menjadi penopang utama konsumsi masyarakat di tengah daya beli yang secara alami belum benar-benar pulih.

Direktur Big Data Institute for Development of Economics and Finance (INDEF) Eko Listiyanto mengatakan, kualitas pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2026 justru lebih mengkhawatirkan dibandingkan periode yang sama tahun lalu, meskipun secara angka pertumbuhan ekonomi tercatat lebih tinggi.

Menurut Eko, hal tersebut terlihat dari besarnya peran belanja pemerintah dalam menopang konsumsi rumah tangga.

"Pertumbuhan konsumsi, baik pemerintah ataupun rumah tangga, memang sepertinya sangat bergantung dari stimulus fiskal pemerintah. Kita bisa katakan doping-nya besar sekali," ujar Eko dalam diskusi publik INDEF, Kamis (6/8/2026).

Baca Juga: Konsumsi Rumah Tangga Tumbuh 5,06%, Namun Didominasi Kelompok Berpendapatan Tinggi

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, konsumsi rumah tangga tumbuh 5,06% secara tahunan (year on year/YoY) pada kuartal II-2026. Sementara itu, konsumsi pemerintah melonjak 15,97% yoy, berbalik tajam dari kontraksi 0,32% pada periode yang sama tahun lalu.

Meski konsumsi rumah tangga masih tumbuh di atas 5%, Eko menilai terjadi perlambatan dibandingkan kuartal I-2026 yang mencapai 5,52%.

Menurutnya, perlambatan tersebut menunjukkan bahwa daya beli masyarakat secara alami masih belum cukup kuat dan masih sangat ditopang oleh belanja negara, maupun didorong efek musiman seperti Ramadan maupun Natal dan Tahun Baru.

Hal tersebut tercermin dari pertumbuhan konsumsi pada kuartal I 2026 saat ada momentum Ramdan dan Lebaran yang tumbuh sebesar 5,52% YoY, namun pada kuartal II turun pertumbuhannya menjadi 5,06% YoY.

"Perlambatan ini menunjukkan daya beli natural atau daya beli murni masyarakat memang belum solid kalau tidak ada belanja APBN," katanya.

Baca Juga: KADIN: Kepastian Berusaha Perlu Langkah Nyata, Tak Cukup Pernyataan Kondusif

Eko mengatakan, kenaikan belanja pemerintah melalui berbagai program seperti bantuan sosial, Makan Bergizi Gratis (MBG), hingga pembayaran gaji ke-13 menjadi faktor penting yang menjaga konsumsi masyarakat tetap tumbuh.

Ia menilai, tanpa dorongan tersebut, konsumsi rumah tangga berpotensi tumbuh di bawah level 5%.

Karena itu, Eko mengingatkan bahwa ketergantungan terhadap stimulus fiskal menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian. Apabila belanja pemerintah dikurangi akibat realokasi anggaran atau kebijakan efisiensi, konsumsi rumah tangga dinilai akan langsung terdampak.

"Kalau daya beli murninya tidak terangkat, begitu APBN direalokasi ataupun dilakukan efisiensi, ini akan langsung meng-hit konsumsi rumah tangga," katanya.

Menurut Eko, kondisi tersebut menunjukkan pemulihan konsumsi masyarakat belum sepenuhnya ditopang oleh peningkatan pendapatan dan daya beli yang berkelanjutan, melainkan masih bergantung pada kemampuan pemerintah menjaga stimulus fiskal.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×