kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.858   36,00   0,20%
  • IDX 6.117   -60,45   -0,98%
  • KOMPAS100 795   -13,93   -1,72%
  • LQ45 599   -10,20   -1,67%
  • ISSI 213   0,20   0,09%
  • IDX30 339   -6,02   -1,75%
  • IDXHIDIV20 415   -6,04   -1,43%
  • IDX80 90   -1,62   -1,76%
  • IDXV30 112   -1,00   -0,89%
  • IDXQ30 108   -1,93   -1,75%

Ditopang THR dan Lebaran, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5% pada Kuartal I-2024


Selasa, 26 Maret 2024 / 16:49 WIB
Ditopang THR dan Lebaran, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5% pada Kuartal I-2024
ILUSTRASI. Tunjangan Hari Raya (THR). Ditopang THR dan Lebaran, Ekonomi Indonesia Diproyeksi Tumbuh 5% pada Kuartal I-2024.


Reporter: Leni Wandira | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA - Center of Reform on Economics (CORE) memproyeksi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I-2024 tidak jauh dari angka 5%.

Penopang utama laju pertumbuhan ekonomi itu karena adanya efek pemberian komponen tunjangan kerja dan THR di momen hari raya idul fitri 1445 yang jatuh pada tanggal 9 April 2024.

Direktur Eksekutif Core Mohammad Faisal mengatakan bakal ada dorongan permintaan yang meningkat akibat pemberian THR kepada ASN dari Pemerintah. Dan juga pemberian THR dari pelaku usaha swasta kepada karyawan.

Baca Juga: Laba Mitra Investindo (MITI) Melonjak 212% pada 2023, Ini Penopangnya

"Memang dorongan permintaan yang meningkat itu juga karena ada efek daripada THR yang diberikan oleh pemerintah kepada ASN maupun THR yang diberikan kepada para pelaku swasta jadi itu dorongan pertumbuhan ekonominya," kata Faisal kepada KONTAN, Selasa (26/3).

Namun, Faisal tidak memungkiri adanya dampak inflasi harga barang yang terjadi pada awal tahun khususnya adalah inflasi pangan. Ia menggambarkan bahwa dari sisi spending lebaran nya di tahun ini justru akan lebih bagus dibanding tahun 2023.

Kata dia, untuk inflasi pangan memang hampir terjadi setiap ramadan dan lebaran. "Jadi itu artinya kalau dibandingkan dengan tahun-tahun lalu sama-sama inflasi pangan setiap lebaran. Jadi artinya inflasi pangan itu terjadi setiap tahun sudah jadi kebiasaan dan tradisi," sambungnya.

Baca Juga: Industri Makanan dan Minuman Kembali Bangkit Pasca Pandemi Covid-19

Faisal juga memprediksikan jika inflasi pangan tahun ini tidak terlalu tinggi, kecuali untuk komoditas bawang merah dan cabai. "Itu biasanya memang lebaran memang meningkat tapi karena dorongan demand ya karena permintaan jadi bukan karena keterbatasan supply," ungkapnya.




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×