kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.602.000   25.000   0,97%
  • USD/IDR 16.846   28,00   0,17%
  • IDX 8.937   11,28   0,13%
  • KOMPAS100 1.229   2,00   0,16%
  • LQ45 868   0,40   0,05%
  • ISSI 324   0,94   0,29%
  • IDX30 440   -0,98   -0,22%
  • IDXHIDIV20 517   -1,78   -0,34%
  • IDX80 137   0,24   0,18%
  • IDXV30 144   -0,01   0,00%
  • IDXQ30 140   -0,81   -0,58%

Dirjen Pajak Bimo Wijayanto Ingatkan Pegawai: Ambil Pajak untuk Diri, Masuk Neraka!


Minggu, 11 Januari 2026 / 21:24 WIB
Dirjen Pajak Bimo Wijayanto Ingatkan Pegawai: Ambil Pajak untuk Diri, Masuk Neraka!
ILUSTRASI. Pakai Teknologi AI, DJP Bisa Deteksi Diskrepansi Laporan Pajak dari Aktivitas Sosmed (KONTAN/Nurtiandriyani.S)


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Direktur Jenderal Pajak Bimo Wijayanto menegaskan bahwa pajak sejatinya merupakan amanah yang memiliki dimensi moral dan spiritual yang sangat kuat.

Dalam Perayaan Natal DJP 2025, Minggu (11/1/2026), Bimo mengingatkan seluruh pegawai Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan agar selalu menjaga integritas, kejujuran, dan kepercayaan publik dalam menjalankan tugas negara.

Baca Juga: Banyak Oknum Pajak Korupsi, Ini Saran Pembenahan dari Pengamat

Menurut Bimo, pajak adalah "uang Tuhan" yang dititipkan kepada masyarakat yang memiliki kemampuan lebih, untuk kemudian disalurkan kembali kepada mereka yang membutuhkan melalui mekanisme fiskal negara. Konsep ini menjadi esensi dari redistribusi kekayaan dan pendapatan.

"Akan tetapi ketika dia mengambil bagian itu untuk diri pribadinya, maka sudah pasti ahli pajak tadi adalah ahli neraka. Itu tertulis jelas dalam hadis," ujar Bimo.

Ia menekankan bahwa penyalahgunaan kewenangan oleh aparat pajak bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi juga pelanggaran etika dan keimanan, karena merampas hak masyarakat tidak mampu.

Bimo menekankan bahwa kepercayaan merupakan fondasi utama dalam organisasi DJP. Kejujuran menjadi perekat utama kepercayaan tersebut, yang sekali rusak akan sangat sulit dipulihkan.

Karena itu, ia mengajak seluruh pegawai untuk saling menjaga, saling mengingatkan, dan saling menguatkan dalam menjalankan tugas.

Dalam konteks pelayanan publik, menjaga integritas berarti menjaga keberlangsungan organisasi dan kepercayaan masyarakat.

Baca Juga: Amanah Tuhan: Dirjen Pajak Bimo Ungkap Esensi Dana Rakyat

Upaya ini dilakukan tidak hanya melalui penegakan etika internal, tetapi juga dengan menjaga kualitas pelayanan dan mencegah segala bentuk perilaku yang merusak kepercayaan publik.

Bimo pun mengajak seluruh pegawai DJP untuk berikrar meninggalkan praktik-praktik tidak benar dan menjaga institusi sebagai rumah bersama, terutama di tengah berbagai perubahan besar yang terjadi di tubuh DJP beberapa bulan terakhir.

"Tolong kita sama-sama berikrar mulai hari ini. Kita tinggalkan yang tidak benar, kita jaga rumah besar kita," pungkasnya.

Selanjutnya: Menkeu Evaluasi Ultimum Remedium

Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (12/1) Jabodetabek, Hujan Lebat di Daerah Ini

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×