kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Di depan pimred, SBY janji harga bawang turun


Jumat, 15 Maret 2013 / 11:00 WIB
Di depan pimred, SBY janji harga bawang turun
ILUSTRASI. Berdasarkan aturan terbaru, Pemerintah mewajibkan calon penumpang pesawat udara menunjukan hasil negatif tes PCR. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Noverius Laoli |

JAKARTA. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) mengadakan pertemuan dengan para pemimpin redaksi media nasional di Istana Negara, Jumat (15/3). Dalam pertemuan tersebut, presiden menyinggung persoalan penanganan kenaikan harga pangan khususnya bawang putih dan bawang merah. SBY berjanji harga bawang akan segera stabil karena para menteri sudah bekerja keras. 

"Mereka (menteri) sudah bekerja tadi malam, dan tadi pagi sudah melaporkan kepada saya , InshaAllah ada solusi cepat, di-deliver, berubah harga tersebut menjadi lebih stabil, rakyat percaya dan kemudian tindakan-tindakan berikutnya,” ujar presiden yang didampingi Menteri Sekretaris Negara, Sekretaris Kabinet Dipo Alam, Menkopohukam Djoko Suyanto.

Presiden mengatakan bahwa bawang merah selama ini memang sebagian di ekspor pada musim-musim tertentu seperti pada awal tahun. Sementara kalau bukan musim panen, pemerintah  mengimpor, tapi meskipun demikian, Indonesia lebih banyak mengekspor bawang merah ketimbang mengimpor. Namun, kalau bawang impor, presiden mengakui diimpor dari Tiongkok.

SBY membeberkan bahwa penyebab membubungnya harga karena terjadinya mismatch. Soalnya, bawang sudah datang di pelabuhan, tapi ada keterlambatan memproses di Kementerian Pertanian dan tidak klop dengan Kementerian Perdagangan. Akhirnya bawang tersebut tidak segera dialirkan ke pasar. "Kalau bisa (diselesaikan) hari ini kan sudah selesai urusannya," kata SBY.

Dengan demikian, presiden berharap bawang-bawang tersebut sudah bisa dialirkan ke pasar dan masyarakat tidak lagi mengeluh terkait kenaikan harga bawang. Sementara itu bawang yang telat datang ke pelabuhan dan tidak mendapat izin, akan ada penanganan tersendiri. 

Para pemimpin media yang hadir dalam pertemuan ini adalah Wahyu Muryadi Pimred Tempo, Syamsuddin CH Haesy Pimred Jurnal Nasional, Asro Kamal Rokan Ketua Dewan Redaksi Jurnal Nasional, Rikard Bagun Pimred Kompas, Joseph Osdar Redaktur Pelaksana Kompas, Don Bosco Salamun Pimred Berita Satu TV, Primus Dorimulu Pimred Suara Pembaruan, Putra Nababan Pimred Metro TV, Asep Setiawan Wapimred Metro TV, Ahmad Husaini Pimred LKBN ANTARA, Nuriaman Mochtar Pimred Indosiar dan SCTV, Gatot Rianto Pimred TransTV, Totok Suprianto Pimred TVOne, Arifin Asydad Pimred detikcom, Nasihin Masa Pimred Republika, Heidi Lugito Pimred GATRA, Farhat Syukri Direktur Utama TVRI, Rosarita Niken Widiyastuti Direktur Utama RRI, Dedeh Shanti Krisanti Senior Ekseutif PRoduser Radio Elshinta.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×