kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.524   24,00   0,14%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Demi independensi peneliti, UI gugat putusan kasus susu tercemar


Kamis, 26 Mei 2011 / 11:16 WIB
ILUSTRASI. Jangan lewatkan promo J.CO spesial hari kemerdekaan yang berlaku untuk periode 14 - 30 Agustus 2020. Gerai J.CO. Dok: Instagram J.CO. 


Reporter: Fahriyadi | Editor: Edy Can


JAKARTA. Empat rektor universitas di Indonesia menggugat putusan kasasi kasus susu formula yang mengandung bakteri Enterobacter Sakazakii. Universitas Indonesia (UI), salah satu penggugat, menyatakan gugatan tersebut untuk menjamin objektivitas hasil penelitian dan independensi peneliti.

Dalam gugatannya, UI mengatakan, Mahkamah Agung tidak bisa memutuskan pengungkapan nama-nama sampel susu yang tercemar bakteri tersebut. Kuasa hukum UI Soejono beralasan, berdasarkan kode etik penelitian yang berlaku umum seorang peneliti tidak dapat mempublikasikan nama dan jenis produk yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian yang menggunakan metode sampel acak.

"Apabila tidak dirahasiakan, tentunya dapat menimbulkan kerugian bagi pihak lain," tegas Soejono dalam memori perlawanan yang dikutip, Kamis (26/5).

Asal tahu saja, kasus ini berawal ketika Mahkamah Agung memutuskan Institut Pertanian Bogor (IPB) yang meneliti pencemaran susu itu untuk membuka identitas sampel penelitian tersebut. Namun, IPB tidak bersedia membuka nama-nama susu yang tercemar tersebut.

Keputusan IPB ini didukung oleh Universitas Sumatera Utara, Universitas Andalas, Universitas Hasanuddin dan Universitas Indonesia. Keempatnya mengajukan gugatan atas putusan kasasi tersebut.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×