kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Darmin: Pelemahan rupiah pasti telihat di inflasi inti


Senin, 03 September 2018 / 16:12 WIB
ILUSTRASI. Menko Perekonomian Darmin Nasution


Reporter: Adinda Ade Mustami | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pelemahan nilai tukar rupiah yang terjadi pada Agustus 2018 belum berdampak signifikan terhadap inflasi. Sebab, inflasi inti Agustus tercatat 0,3%, lebih rendah dibanding bulan sebelumnya yang sebesar 0,41%.

Sementara Indeks Harga Konsumen (IHK) umum yang dicatatkan Badan Pusat Statistik (BPS) pada Agustus mengalami deflasi sebesar 0,05%, menurun dibanding Juli yang masih mencatat inflasi 0,28%.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan, meski di dalam inflasi inti tidak semua komponen berasal dari impor, jika ada pengaruh impor akan terlihat perubahannya.

Dengan inflasi inti yang dicatatkan BPS tersebut, "Dia tetap saja terus ada pengaruh. Tetapi di pihak lain kan kami terus buat kebijakan," kata Darmin di kantornya, Senin (3/9).

Darmin tak bisa menebak kapan dampak pelemahan rupiah di inflasi terlihat. Yang jelas kata dia, pasti akan tercermin di inflasi intinya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menilai, perkembangan inflasi hingga Agustus masih cukup kondusif untuk menjaga stabilitas ekonomi. Hal ini penting untuk menjangkar confidence saat kondisi global masih bergejolak.

"Oleh karena itu, kita akan terus menjaga seperti yang selama ini sudah dikomunikasikan sumber-sumber inflasi, potensi pada bulan-bulan ke depan seperti harga pangan, kemudian kalau sampai terjadi imported inflation karena adanya nilai tukar dan tentu saja adanya seasonal pada akhir tahun yang demand driven," kata Sri Mulyani.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×