kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Dari Seluruh Komponen Cadangan Devisa, Hanya Other Reserves Assets yang Meningkat


Rabu, 09 Februari 2022 / 10:20 WIB
Dari Seluruh Komponen Cadangan Devisa, Hanya Other Reserves Assets yang Meningkat
ILUSTRASI. Bongkar muat petikemas di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Senin (8/4). Dari Seluruh Komponen Cadangan Devisa, Hanya Other Reserves Assets yang Meningkat.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Posisi cadangan devisa menurun pada bulan awal tahun 2022. Bank Indonesia (BI) mencatat, cadangan devisa pada akhir Januari 2022 sebesar US$ 141,3 miliar. 

Posisi ini menurun 2,48% month on month (mom) dari level cadangan devisa pada bulan Desember 2020 yang sebesar US$ 144,9 miliar.

Berdasarkan data yang dihimpun Kontan.co.id dari Special Data Dissemination Standard (SDDS) dari laman resmi bank sentral, hampir semua komponen pembentuk cadangan devisa nampak menurun. 

Peningkatan hanya terlihat di komponen Other Reserves Assets. Komponen ini tercatat US$ 675,31 juta pada akhir bulan lalu, ini meningkat 0,52% dari US$ 671,79 juta pada bulan sebelumnya. 

Baca Juga: DRI Memperkirakan BI Masih Menahan Bunga Acuannya Dalam RDG Februari 2022

Other reverses assets ini merupakan komponen yang mencakup tagihan yang tidak termasuk dalam kategori tagihan lainnya. 

Sedangkan komponen lainnya mengalami penurunan, dengan penurunan terbesar tercatat pada komponen foreign currency reserves yang pada Januari 2022 tercatat US$ 127,30 miliar atau turun 2,62% dari posisi Desember 2021 yang sebesar US$ 130,73 miliar. 

Foreign currency reserves terdiri dari uang kertas asing dan simpanan, serta derivatif keuangan. Selain itu, komponen ini juga bisa berupa surat berharga seperti penyertaan, saham, obligasi, dan instrumen pasar uang lainnya.

Foreign currency reserves juga mencakup tagihan otoritas moneter kepada orang asing atau bukan penduduk (nonresiden). 

Baca Juga: Ekonom LPEM UI Nilai Tappering Off Tak Begitu Berdampak pada Cadangan Devisa

Penurunan terbesar kedua ada di komponen monetary gold (emas moneter) yang tercatat US$ 4,52 miliar atau turun 1,57% dari posisi pada bulan Desember 2021 yang mencapai US$ 4,60 miliar. 

Monetary gold ini merupakan persediaan emas yang dimiliki oleh otoritas moneter, berupa emas batangan yang memenuhi persyaratan internasional tertentu, seperti London Good Delivery (LGD). 

Selain itu, yang termasuk monetary gold adalah emas murni, serta mata uang emas yang berada di dalam negeri maupun luar negeri. 

Otoritas moneter yang ingin menambah emas miliknya, bisa menambang emas baru atau membeli emas dari pasar, tetapi harus memonetisasi emas tersebut. 

Sebaliknya, otoritas moneter juga bisa mengeluarkan kepemilikan emas untuk tujuan non moneter, tetapi harus mendemonetisasi emas tersebut. 

Sedangkan komponen IMF reserve position in the fund (RPF) pada Juni 2021 tercatat US$ 1,10 miliar atau turun 0,64% dari US$ 1,11 miliar pada bulan sebelumnya. 

Asal tahu saja, RPF ini merupakan cadangan devisa dari suatu negara yang ada di rekening Dana Moneter Internasional (IMF).

Baca Juga: ÌHSG Melemah 0,23% pada Selasa (8/2), Net Buy Asing Mencapai Rp 1,56 Triliun

RPF ini juga menunjukkan posisi kekayaan dan tagihan negara tersebut kepada IMF sebagai hasil transaksi dengan organisasi tersebut dan menunjukkan keanggotaannya. 

Anggota IMF dapat memiliki posisi di Fund’s General Resources Account yang dicatat pada kategori cadangan devisa. 

Terakhir, komponen Special Drawing Rights (SDRs) BI pada bulan Januari 2022 tercatat US$ 7,75 miliar atau turun 0,64% mom dari US$ 7,80 miliar pada bulan sebelumnya. 

SDRs merupakan suatu fasilitas yang diberikan oleh IMF kepada anggotanya. Tujuan diciptakannya SDRs adalah dalam rangka menambah likuiditas internasional. Fasilitas ini memungkinkan bertambah atau berkurangnya cadangan devisa di negara-negara anggota. 

Lebih lajut, sebagai tambahan informasi, BI juga mengonfirmasi bahwa pencatatan nilai cadangan devisa dalam statistik pada umumnya menurut harga pasar, yaitu kurs pasar yang berpengaruh pada saat transaksi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×