kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.978   34,00   0,19%
  • IDX 5.835   -163,92   -2,73%
  • KOMPAS100 756   -21,92   -2,82%
  • LQ45 576   -12,19   -2,07%
  • ISSI 201   -6,99   -3,36%
  • IDX30 327   -6,49   -1,95%
  • IDXHIDIV20 401   -7,57   -1,85%
  • IDX80 86   -2,32   -2,64%
  • IDXV30 109   -2,37   -2,14%
  • IDXQ30 105   -1,93   -1,81%

DRI Memperkirakan BI Masih Menahan Bunga Acuannya Dalam RDG Februari 2022


Rabu, 09 Februari 2022 / 06:55 WIB


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Danareksa Research Institute (DRI) memperkirakan, Bank Indonesia (BI) masih akan menahan suku bunga acuan di level terendah dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) bulan Februari 2022. 

“Kami memperkirakan, bank sentral akan tetap menjaga suku bunga rendah di 3,50% pada Februari 2022 ini,” tutur Kepala Ekonom DRI Rima Prama Artha dalam laporannya.

Rima mengatakan, hal ini seiring dengan likuiditas ekonomi yang masih tersedia yang terefleksikan lewat uang beredar dalam arti luas (M2) dengan nominal Rp 7.867,10 triliun atau naik 3,90% mom atau 13,91% yoy pada Desember 2021. 

Tingginya likuiditas perekonomian ini seiring dengan ekspansi keuangan pemerintan dan distribusi kredit yang meningkat pada periode tersebut. 

Baca Juga: Suku Bunga Simpanan dan Pinjaman Terus Turun Sepanjang 2021

Selain itu, dari sisi perbankan, pertumbuhan kredit juga mulai nampak meningkat per Desember 2021, dengan angka pertumbuhan mencapai 5,24% yoy. 

Peningkatan permintaan kredit merata pada permintaan kredit modal kerja sebesar 6,32% yoy, kredit konsumsi sebesar 4,67% yoy, dan kredit investasi sebesar 4,01% yoy. 

Lebih lanjut, perkiraan BI menahan suku bunga acuan juga seiring dengan cadangan devisa yang masih tambun dan memadai sehingga bisa menjadi bantalan untuk menggadapi ketidakpastian domestik dan global. 

Belum lagi, surplus neraca perdagangan juga diperkirakan masih terjadi, sehingga memperkuat fundamental ekonomi di tengah ketidakpastian global, seperti kenaikan suku bunga global. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×