kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Danareksa Research Institute prediksi ekonomi kuartal II 2020 terkontraksi 3,58%


Senin, 03 Agustus 2020 / 21:10 WIB
ILUSTRASI. Warga memlih makanan dan minuman saat berbelanja di Pasar Swalayan di Bandung, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/ama.


Reporter: Bidara Pink | Editor: Noverius Laoli

Lemahnya konsumsi dan investasi juga menyebabkan pertumbuhan industri pengolahan tertekan.

Ini tercermin dari Prompt Manufacturing Index (OMI) yang terkontraksi 44,76% yoy dengan kontraksi terendah ada pada sektor tekstil sebesar 62,75% yoy. Melemahnya industri pengolahan bisa memengaruhi pelemahan ekspor dan impor.

Akan tetapi, Moekti melihat harapan pada relaksasi PSBB. Menurutnya, kebijakan relaksasi PSBB ini akan mendorong pertumbuhan ekonomi di kuartal III-2020 dan bahkan hingga akhir tahun 2020.

Baca Juga: Perlahan naik, Menperin yakin indeks manufaktur Indonesia bisa ke level 50

Akan tetapi, ini juga perlu dibarengi dengan regulasi yang ketat agar penyebaran Covid-19 tidak semakin tinggi.

"Demikian juga dengan adanya relaksasi ini mampu mendorong aktivitas ekonomi sehingga pertumbuhan konsumsi rumah tangga dan penyerapan anggaran bisa mendorong pertumbuhan ekonomi," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×