kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -20.000   -0,77%
  • USD/IDR 17.938   -3,00   -0,02%
  • IDX 5.911   -24,68   -0,42%
  • KOMPAS100 762   -3,06   -0,40%
  • LQ45 588   -3,09   -0,52%
  • ISSI 205   -1,13   -0,55%
  • IDX30 327   -2,35   -0,71%
  • IDXHIDIV20 421   -1,92   -0,45%
  • IDX80 87   -0,36   -0,41%
  • IDXV30 115   -0,24   -0,20%
  • IDXQ30 107   -0,80   -0,74%

Danantara: Pelunasan Utang Kereta Cepat US$ 7,26 Miliar Diserahkan kepada Kemenkeu


Senin, 31 Agustus 2026 / 14:46 WIB
Danantara: Pelunasan Utang Kereta Cepat US$ 7,26 Miliar Diserahkan kepada Kemenkeu
ILUSTRASI. Pemerintah mulai menyiapkan pengalihan penanganan kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan pengalihan penanganan kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyebut kewajiban senilai sekitar US$ 7,26 miliar tersebut nantinya akan ditangani pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, proses pengelolaan kewajiban proyek kereta cepat saat ini masih berlangsung. Setelah proses tersebut berjalan, penanganannya akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan.

"KCIC kan sedang berproses, sudah disampaikan juga oleh Pak Menko ya. Nanti akan dialihkan kepada teman-teman keuangan," ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Senin (31/8/2026).

Menurut Dony, pengalihan penanganan kewajiban tersebut berkaitan dengan aspek infrastruktur. Ia menyebut proses pengalihan direncanakan mulai dilakukan pada September 2026.

"Karena itu lebih kepada infrastruktur. Rencana bulan September ini," katanya.

Baca Juga: Danantara Buka Suara Terkait Kabar Merger MTEL dan TBIG

Dony belum menjelaskan secara rinci mengenai kemungkinan keterlibatan Special Mission Vehicles (SMV) dalam skema penanganan kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat tersebut.

"Belum, tanya Pak Purbaya," ujar Dony.

Sebelumnya, pemerintah tengah menyiapkan skema penyelesaian kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Total kewajiban pembiayaan proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$ 7,26 miliar. Pengalihan penanganan kepada Kementerian Keuangan akan membuat kewajiban tersebut masuk dalam kebijakan pemerintah terkait pengelolaan pembiayaan infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN10.10
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×