kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.670.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.747   38,00   0,21%
  • IDX 6.507   -11,36   -0,17%
  • KOMPAS100 848   -0,24   -0,03%
  • LQ45 642   0,14   0,02%
  • ISSI 228   -1,20   -0,53%
  • IDX30 359   0,50   0,14%
  • IDXHIDIV20 441   2,75   0,63%
  • IDX80 97   -0,04   -0,05%
  • IDXV30 123   1,54   1,26%
  • IDXQ30 114   0,43   0,38%

Danantara: Pelunasan Utang Kereta Cepat US$ 7,26 Miliar Diserahkan kepada Kemenkeu


Senin, 31 Agustus 2026 / 14:46 WIB
Danantara: Pelunasan Utang Kereta Cepat US$ 7,26 Miliar Diserahkan kepada Kemenkeu
ILUSTRASI. Pemerintah mulai menyiapkan pengalihan penanganan kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. (KONTAN/Carolus Agus Waluyo)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mulai menyiapkan pengalihan penanganan kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara menyebut kewajiban senilai sekitar US$ 7,26 miliar tersebut nantinya akan ditangani pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Chief Operating Officer (COO) BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, proses pengelolaan kewajiban proyek kereta cepat saat ini masih berlangsung. Setelah proses tersebut berjalan, penanganannya akan dialihkan kepada Kementerian Keuangan.

"KCIC kan sedang berproses, sudah disampaikan juga oleh Pak Menko ya. Nanti akan dialihkan kepada teman-teman keuangan," ujar Dony saat ditemui di Gedung DPR, Senin (31/8/2026).

Menurut Dony, pengalihan penanganan kewajiban tersebut berkaitan dengan aspek infrastruktur. Ia menyebut proses pengalihan direncanakan mulai dilakukan pada September 2026.

"Karena itu lebih kepada infrastruktur. Rencana bulan September ini," katanya.

Baca Juga: Danantara Buka Suara Terkait Kabar Merger MTEL dan TBIG

Dony belum menjelaskan secara rinci mengenai kemungkinan keterlibatan Special Mission Vehicles (SMV) dalam skema penanganan kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat tersebut.

"Belum, tanya Pak Purbaya," ujar Dony.

Sebelumnya, pemerintah tengah menyiapkan skema penyelesaian kewajiban pembiayaan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh yang dikelola PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC).

Total kewajiban pembiayaan proyek tersebut diperkirakan mencapai sekitar US$ 7,26 miliar. Pengalihan penanganan kepada Kementerian Keuangan akan membuat kewajiban tersebut masuk dalam kebijakan pemerintah terkait pengelolaan pembiayaan infrastruktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×