Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Ignatia Maria Sri Sayekti
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) angkat bicara mengenai kabar rencana merger antara anak usaha PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM), PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (MTEL), dengan PT Tower Bersama Infrastructure Tbk (TBIG).
Chief Operating Officer BPI Danantara sekaligus Kepala BP BUMN, Dony Oskaria, mengatakan pihaknya masih akan mengecek kebenaran informasi mengenai rencana merger tersebut. Pasalnya, aksi korporasi tersebut masih berada dalam pembahasan internal perusahaan.
“Nanti saya cek bagaimana, karena itu kan aksi korporasi kan. Bukan aksi pemegang saham, jadi kita mesti cek dalam mereka apakah itu bagian daripada komponen strateginya mereka,” ujarnya kepada awak media saat ditemui di gedung DPR RI Jakarta, Senin (31/8/2026).
Menurut Dony, BUMN pada prinsipnya memiliki ruang untuk melakukan aksi merger dengan perusahaan swasta apabila langkah tersebut sesuai dengan strategi dan roadmap bisnis yang telah ditetapkan.
Baca Juga: Pemerintah Bebaskan Pajak Merger dan Akuisisi BUMN hingga 2029
“Mungkin saja kan, nggak ada masalah selama kalau itu bagian dari roadmap. Saya nggak tahu nanti saya mesti cek,” ucapnya.
Ia menambahkan, masing-masing perusahaan memiliki rencana kerja serta mekanisme pengambilan keputusan tersendiri. Karena itu, informasi mengenai perkembangan proses merger tersebut sebaiknya dikonfirmasi kepada Telkom selaku induk usaha MTEL.
“Pada dasarnya kan setiap perusahaan itu punya rencana kerja masing-masing kan. Nah nanti coba ditanyakan ke Telkom ya, nanti bagaimana prosesnya kan mereka punya hierarkinya. Tetapi sampai saat ini kan masih di level mereka gitu,” ungkapnya.
Sebelumnya, kabar mengenai rencana merger MTEL dan TBIG kembali mencuat. Mitratel bahkan disebut telah meminta penasihat untuk mengajukan rencana terkait kemungkinan aksi korporasi tersebut.
Untuk diketahui, wacana penggabungan kedua perusahaan tersebut sebenarnya bukan kabar baru. Pembicaraan mengenai merger MTEL dan TBIG telah mencuat sejak 2014, atau lebih dari satu dekade lalu. Saat itu, TBIG disebut pernah berupaya mengakuisisi MTEL dari Telkom melalui skema pertukaran saham.
Baca Juga: Danantara Akan Menyetor Dividen Rp 120 Triliun ke Negara, Masuk ke PNBP
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














