Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mendorong perluasan akses pendidikan negeri gratis bagi masyarakat. Program tersebut diarahkan mencakup seluruh jenjang pendidikan, mulai dari sekolah dasar (SD) hingga perguruan tinggi negeri.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, upaya tersebut merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memberikan kesempatan pendidikan yang setara bagi seluruh anak Indonesia, tanpa memandang latar belakang keluarga.
“Setiap anak Indonesia, dari keluarga dan latar belakang apa pun, berhak mendapatkan pendidikan yang layak dan kesempatan yang sama untuk membangun masa depannya,” kata Teddy dalam keterangan tertulis, Senin (21/9/2026).
Baca Juga: Jatuhkan Sanksi Karhutla, Kemenhut Cabut Izin Lima Perusahaan
Menurut Teddy, pemerintah saat ini tengah mempercepat sejumlah langkah untuk mencapai tujuan tersebut. Salah satunya dengan mengupayakan pendidikan negeri gratis dari tingkat dasar hingga pendidikan tinggi.
Selain pendidikan gratis, pemerintah juga memperbaiki sekolah dan fasilitas pendidikan yang mengalami kerusakan. Perbaikan tersebut ditujukan agar siswa dapat belajar dalam lingkungan yang aman dan layak.
“Memperbaiki sekolah serta fasilitas pendidikan yang rusak, agar anak-anak dapat belajar dengan aman dan layak,” lanjut Teddy.
Di sisi lain, pemerintah juga menaruh perhatian terhadap kesejahteraan guru melalui peningkatan gaji serta pengembangan kompetensi tenaga pendidik.
Baca Juga: Investor Asing Masih Masuk Indonesia, Ini Keunggulan Vietnam yang Sulit Disaingi
Langkah tersebut dinilai menjadi bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Pemerintah sebelumnya juga telah menjalankan sejumlah program untuk meningkatkan kesejahteraan dan kompetensi guru.
Teddy mengatakan, bagi Presiden Prabowo, pembangunan sumber daya manusia merupakan investasi penting bagi masa depan Indonesia. Karena itu, pendidikan ditempatkan sebagai salah satu fondasi dalam membangun sumber daya manusia yang unggul.
“Karena masa depan Indonesia dimulai dari ruang-ruang kelas hari ini,” pungkas Teddy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














