kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.902.000   75.000   2,65%
  • USD/IDR 17.038   -11,00   -0,06%
  • IDX 7.152   104,24   1,48%
  • KOMPAS100 988   16,14   1,66%
  • LQ45 725   9,54   1,33%
  • ISSI 255   3,96   1,58%
  • IDX30 393   4,21   1,08%
  • IDXHIDIV20 488   0,69   0,14%
  • IDX80 111   1,60   1,46%
  • IDXV30 135   -0,17   -0,13%
  • IDXQ30 128   1,27   1,00%

Dana repatriasi tax amnesty diprediksi masih bertahan di Indonesia


Rabu, 01 Januari 2020 / 18:41 WIB
Dana repatriasi tax amnesty diprediksi masih bertahan di Indonesia
ILUSTRASI. Bank Mega sebagai salah satu gateway dan pengelola dana repatriasi tax amnesti. Dana repatriasi tax amnesy diprediksi masih bertahan di Indonesia.


Reporter: Yusuf Imam Santoso | Editor: Noverius Laoli

Pengamat Pajak Danny Darussalam Tax Center (DDTC) Darussalam mengatakan terpenting bagi otoritas pajak adalah telah mempunyai data terkait dengat aset tersebut untuk dapat memetakan serta mengawasi dana repatriasi tax amnesty dalam sistem administrasi pajak.

“Pengawasan bisa dilakukan tidak hanya melalui Automatic Exchange if Information (AEoI) saja, tetapi juga bisa melalui saluran lainnya seperti pemeriksaan dengan segala turunannya,” kata Darussalam kepada Kontan.co.id, Rabu (1/1).

Baca Juga: Ini upaya pemerintah untuk menarik investasi

Namun demikian dana repatriasi tax amnesty tidak menuntut kemungkinan untuk kembali ke luar negeri. Sampai akhir September 2019, otoritas pajak mencatat jumlah yurisdiksi partisipan AEoI mencapai 98 negara atau terjadi peningkatan dibandingkan dengan tahun lalu yang hanya 65 negara.

Sayangnya, negara seperti Amerika Serikat (AS) dan Swis belum menyetorkan data informasi tersebut. Asal tahu saja, kedua negara tersebut merupakan salah satu pelarian wajib pajak sebagai tempat persembunyian harta kekayaan sebagai modus penggelapan pajak.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×