kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.110   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.040   1,68   0,03%
  • KOMPAS100 789   0,53   0,07%
  • LQ45 599   -3,49   -0,58%
  • ISSI 210   2,97   1,43%
  • IDX30 339   -1,95   -0,57%
  • IDXHIDIV20 422   -0,99   -0,24%
  • IDX80 90   0,01   0,01%
  • IDXV30 116   1,09   0,96%
  • IDXQ30 109   -0,38   -0,35%

CT: Menaikkan BBM bisa menciptakan masalah baru


Selasa, 02 September 2014 / 14:37 WIB
ILUSTRASI. Jadwal keberangkatan KRL Jogja-Solo di akhir pekan, Sabtu-Minggu 18-19 Maret 2023


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Menteri Koordinator Perekonomian Chairul Tandjung (CT) menilai rencana menaikkan harga BBM bersubsidi bakal membebani masyarakat. Meski harga BBM bersubsidi naik, namun tidak memecahkan solusi untuk menambah kuota dan menghilangkan kelangkaan.

"Jangan selesaikan masalah satu dengan menciptakan masalah lain, itu nggak baik," ujar Chairul di kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Selasa (2/9).

CT memaparkan jika harga BBM naik pasti biaya produksi mau pertanian, perikanan atau apapun akan naik. Hal itu pun juga akan menyebabkan inflasi.

"Kalau inflasi terjadi, yang paling terkena dampak orang-orang yang selama ini kehidupannya nggak mencukupi," ujar CT.

CT memaparkan jika inflasi terjadi harga bahan-bahan pangan tentu membuat susah lagi hidupnya. Karena pendapatan masyarakat tidak sesuai dengan kenaikan inflasi akibat kenaikan harga BBM.

"Tentu kebijakan menghilangkan subsidi, naikkan BBM suatu hal yang serius dibahas," kata CT.  (Adiatmaputra Fajar Pratama)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Teori, Strategi & Taktik Penagihan Kredit/ Piutang Macet Secara Dini & Terintegrasi Serta Efisien & Efektif

[X]
×