kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.732   24,00   0,14%
  • IDX 6.492   -34,08   -0,52%
  • KOMPAS100 846   -3,06   -0,36%
  • LQ45 640   -4,37   -0,68%
  • ISSI 228   -0,16   -0,07%
  • IDX30 357   -2,52   -0,70%
  • IDXHIDIV20 434   -2,36   -0,54%
  • IDX80 96   -0,47   -0,48%
  • IDXV30 121   -0,49   -0,40%
  • IDXQ30 113   -0,81   -0,71%

CT: Indonesia masuk kategori orang kaya baru (OKB)


Kamis, 09 Oktober 2014 / 14:41 WIB
ILUSTRASI. Film Like & Share merupakan salah satu film Indonesia yang disutradarai oleh sutradara perempuan, yaitu Gina S. Noer.


Reporter: Margareta Engge Kharismawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. Masyarakat Indonesia cenderung menghabiskan pendapatannya untuk membeli sesuatu. Alhasil tidak ada banyak tabungan yang dimiliki. 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Chairul Tanjung alias CT mengatakan Indonesia masuk kategori OKB atau orang kaya baru. Karakteristik OKB adalah pengeluaran lebih besar daripada pendapatan yang ditabung.

"Itulah kenapa konsumsi domestik kita kontribusinya plus minus 60% dari pertumbuhan ekonomi kita," ujar CT dalam acara peluncuran buku "Pilihan Ekonomi yang Dihadapi Presiden Baru" di Jakarta, Kamis (9/10).

CT menginginkan masyarakat Indonesia bisa mengelola dengan baik uangnya. Harusnya lebih banyak pendapatan yang ditabung daripada dikonsumsi.

Kalau semakin banyak konsumsi maka permintaan terhadap produk barang dan jasa semakin meningkat. Alhasil, karena supply tidak cukup maka dilakukanlah impor. Inilah yang kemudian membuat kondisi neraca dagang Indonesia mengalmai defisit. "Permintaan itu harus dikelola. Diubah dari budaya konsumsi ke budaya saving," tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×