CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

China investasi Rp 4.500 T untuk energi terbarukan


Selasa, 01 Oktober 2013 / 15:22 WIB
ILUSTRASI. Pada 2024, penggunaan kartu e-toll tak lagi dibutuhkan.


Reporter: Hendra Gunawan | Editor: Hendra Gunawan

BALI. Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Herman Darnel Ibrahim mengungkapkan tantangan mengembangkan energi terbarukan adalah menurunkan ongkos produksi. Darnel melihat negara China berniat mengembangkan energi terbarukan sampai mengeluarkan US$ 4.500 miliar untuk mencari cara menurunkan ongkos produksi.

"Pemerintah China menyediakan US$ 450 miliar (Rp 4.500 triliun) untuk pengembangan energi alternatif," ujar Darnel, dalam acara konferensi APEC energi bersih, terbarukan, dan berkelanjutan, di Hotel Ayodia, Selasa (1/10).

Darnel menyebutkan negara yang mengembangkan energi terbarukan lainnya adalah Australia. Negara di bawah selatan dunia itu berinvestasi Rp 1,5 triliun untuk penelitian energi terbarukan. "Jadi riset seperti Australia mengeluarkan US$ 1,5 miliar untuk pengembangan renewable," ungkap Darnel.

Agar energi terbarukan bisa digunakan oleh semua negara, Darnel mengatakan butuh upaya keras mencari sumber energi terbarukan dan memproduksi dengan biaya murah. "Tantangannya adalah membawa harga itu turun. Dunia bekerja untuk itu," papar Darnel. (Tribunnews.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×