Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah memastikan kesiapan sarana dan prasarana pelabuhan penyeberangan dari Jawa ke Sumatera untuk menyambut arus mudik Lebaran 2026.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi menyebut kesiapan Pelabuhan Merak tahun ini sudah lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Dia bilang, pada masa angkutan Lebaran 2026 akan disediakan empat pelabuhan penyeberangan dengan jumlah armada kapal yang ditambah.
"Pada masa angkutan lebaran 2026 akan disediakan empat pelabuhan penyeberangan dari Jawa menuju Sumatera dengan jumlah kapal yang bertambah dari tahun sebelumnya. Kami harap arus kendaraan menuju Sumatera lebih lancar lagi," ujarnya melalui keterangan resmi, Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: KPK Tangkap 27 Orang dalam OTT Bupati Cilacap Syamsul Auliya
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah memetakan empat jalur penyeberangan utama, yakni Merak-Bakauheni, Ciwandan-PT Wijaya Karya Beton, Ciwandan-Bakauheni, serta BBJ Bojonegara-BBJ Muara Pilu.
Selain itu, Pelabuhan PT Krakatau Bandar Samudera-Pelabuhan Panjang telah disiapkan sebagai skema cadangan (contingency plan).
Untuk mengantisipasi antrean kendaraan, Kemenhub menyiapkan sejumlah titik kantong parkir atau buffer zone. Titik ini tersebar di jalan arteri (Munic Line dan Cikuasa Atas), jalan tol (Rest Area KM 13A, 43A, dan 68A), hingga di area pelabuhan seperti Indah Kiat dan Ciwandan.
Terkait pergerakan penumpang, Menhub memprediksi puncak arus mudik penyeberangan akan jatuh pada 18 Maret mendatang. "Tetapi kami juga mengantisipasi kemungkinan sudah mulai terjadi lonjakan mulai nanti malam hingga tanggal 15 Maret 2026," lanjut Menhub Dudy.
Pengaturan lalu lintas kendaraan juga diperketat melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) yang mengatur pembagian pelabuhan berdasarkan sumbu dan golongan kendaraan.
"Pelaksanaannya harus dilakukan dengan penuh komitmen, dengan disiplin sehingga bisa menjadi lancar dan tidak mengganggu kelancaran arus mudik," terang Dudy.
Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), Pratikno berharap distribusi pemudik bisa lebih merata mengingat adanya kebijakan Work From Anywhere (WFA) dan cuti bersama yang panjang hingga akhir Maret. "Dengan rentang panjang ini kami harapkan ada distribusi mudik dan balik yang merata," jelasnya.
Baca Juga: Airlangga: Harga Minyak Naik, Defisit APBN Bisa Jebol 4,06%
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












