kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Cadangan risiko fiskal 2012 lebih kecil ketimbang tahun ini


Rabu, 17 Agustus 2011 / 13:16 WIB
Cadangan risiko fiskal 2012 lebih kecil ketimbang tahun ini
ILUSTRASI. Blue Bird (BIRD) telah menyerap belanja modal sebesar Rp 500 miliar hingga kuartal III-2020.


Reporter: Herlina KD | Editor: Edy Can

JAKARTA. Pemerintah optimis kondisi perekonomian tahun depan semakin membaik. Buktinya, tahun depan, pemerintah berniat memangkas cadangan risiko fiskal.

Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, dana cadangan risiko fiskal tahun depan tidak sebesar tahun ini. Sayang, dia belum merinci sebesar besar penurunan anggaran cadangan risiko fiskal tahun depan.

Yang jelas, tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana cadangan risiko fiskal 2011 sebesar Rp 3,23 triliun. Agus beralasan, dana cadangan risiko fiskal tahun ini lebih besar lantaran pemerintah mengantisipasi kondisi yang buruk terjadi.

Tahun ini, pemerintah mengalokasikan dana cadangan risiko fiskal untuk subsidi bahan bakar minyak (BBM) akibat gejolak harga minyak mentah dunia. Ia menjelaskan, dalam APBNP 2011 anggaran subsidi BBM meningkat dari Rp 95 triliun menjadi sekitar Rp 126 triliun. Risiko PLN juga dinaikkan dari Rp 40 triliun menjadi Rp 66 triliun.

Nah, untuk tahun 2012 nanti, pemerintah telah berencana untuk memangkas subsidi listrik untuk PLN dari Rp 65 triliun menjadi Rp 45 triliun. Agus berharap PLN sudah bisa menggunakan bahan bakar selain minyak termasuk energi terbarukan agar tidak membebani dana cadangan risiko fiskal. "Jadi sekarang kita harapkan di tahun 2012 nanti (cadangan risiko fiskal) tidak sebesar itu," ungkap Agus.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×