kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

BPS: Impor Barang Konsumsi Maret Turun 10,81%, Bahan Baku dan Barang Modal Naik


Senin, 04 Mei 2026 / 16:41 WIB
BPS: Impor Barang Konsumsi Maret Turun 10,81%, Bahan Baku dan Barang Modal Naik
ILUSTRASI. ekspor,impor,pelabuhan,petikemas (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor barang konsumsi mengalami penurunan signifikan sebesar 10,81% secara tahunan (year on year/yoy) menjadi US$ 1,55 miliar pada Maret 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan penurunan ini dipicu oleh melemahnya kebutuhan impor sejumlah komoditas yang termasuk dalam barang konsumsi.

“Komoditas yang mengalami penurunan untuk barang konsumsi antara lain kendaraan dan bagiannya (HS 87) turun 46,69%, kemudian mesin dan peralatan elektrik serta bagiannya (HS 85) turun 50,93%, serta produk farmasi (HS 30) turun 18,30%,” ujarnya dalam konferensi pers, Senin (4/5/2026).

Secara keseluruhan, BPS mencatat total impor Indonesia pada Maret 2026 mencapai US$ 19,21 miliar atau meningkat 1,51% yoy.

Baca Juga: BPS: Impor Pada Oktober 2025 Turun Jadi US$ 21,84 Miliar

Rinciannya, impor migas tercatat sebesar US$ 3,17 miliar atau naik 1,34% yoy.

Sementara impor nonmigas mencapai US$ 16,04 miliar atau meningkat 1,54% yoy. Kenaikan impor tahunan ini terutama didorong oleh impor nonmigas dengan andil sebesar 1,29%.

Di tengah penurunan impor barang konsumsi, impor bahan baku dan penolong justru menjadi pendorong utama, dengan pertumbuhan sebesar 2,15% dan andil 1,53%.

Selain itu, impor barang modal juga mengalami kenaikan sebesar 4,98% secara tahunan.

“Kondisi Maret 2026 menunjukkan impor barang konsumsi turun, sementara impor bahan baku/penolong dan barang modal meningkat,” jelas Ateng.

Secara kumulatif, nilai impor Indonesia sepanjang Januari–Maret 2026 mencapai US$ 61,30 miliar atau naik 10,05% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Total Impor RI Naik Tembus US$ 218,02 miliar Selama Januari-November 2025

Peningkatan impor kumulatif terjadi di seluruh kelompok penggunaan, dengan bahan baku dan penolong menjadi penyumbang terbesar mencapai US$ 43,17 miliar atau tumbuh 6,89% sepanjang kuartal I-2026.

Dengan perkembangan data BPS tersebut, struktur impor Indonesia menunjukkan pergeseran ke arah kebutuhan produksi, di tengah melemahnya permintaan barang konsumsi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×