kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.615.000   -20.000   -0,76%
  • USD/IDR 18.120   -5,00   -0,03%
  • IDX 6.075   36,77   0,61%
  • KOMPAS100 793   4,42   0,56%
  • LQ45 601   -0,89   -0,15%
  • ISSI 210   3,13   1,51%
  • IDX30 340   -0,74   -0,22%
  • IDXHIDIV20 422   -1,12   -0,26%
  • IDX80 90   0,38   0,43%
  • IDXV30 115   0,54   0,47%
  • IDXQ30 109   -0,16   -0,15%

Total Impor RI Meningkat 0,46% Jadi US$ 19,86 Miliar Pada November 2025


Senin, 05 Januari 2026 / 14:45 WIB
Total Impor RI Meningkat 0,46% Jadi US$ 19,86 Miliar Pada November 2025
ILUSTRASI. Neraca perdagangan Provinsi Jawa Timur (ANTARA FOTO/Didik Suhartono)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total impor Indonesia pada November 2025 mencapai US$ 19,86 miliar. Nilai tersebut meningkat 0,46% secara tahunan dibandingkan November 2024 yang sebesar US$ 19,77 miliar.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, kenaikan impor tersebut terutama ditopang oleh kinerja impor minyak dan gas (migas). Sepanjang November 2025, impor migas tercatat sebesar US$ 2,86 miliar atau meningkat 11,19% year on year (yoy).

Sementara itu, impor nonmigas pada periode yang sama tercatat senilai US$ 17,00 miliar atau turun 1,15% yoy.

Baca Juga: BPS Mencatat, Tingkat Hunian Hotel Mewah Merosot di November 2025

“Peningkatan nilai impor secara tahunan didorong oleh peningkatan impor migas dengan andil sebesar 1,46%,” ungkap Pudji dalam konferensi pers, Senin (5/1/2025).

Dari sisi penggunaan, BPS mencatat terjadi penurunan impor untuk golongan barang konsumsi serta bahan baku atau penolong pada November 2025. Secara tahunan, nilai impor barang konsumsi turun sebesar 1,76%, sementara impor bahan baku atau penolong turun 3,56%.

Adapun impor barang modal justru mencatatkan kenaikan signifikan dan menjadi pendorong utama pertumbuhan impor.

“Sementara itu, nilai impor barang modal sebagai pendorong utama kenaikan impor naik sebesar 17,27% dengan andil sebesar 3,18%,” ujar Pudji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×