Reporter: Siti Masitoh | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kinerja ekspor sejumlah komoditas unggulan Indonesia masih menunjukkan pertumbuhan secara nilai sepanjang Januari-Juli 2026. Besi dan baja, crude palm oil (CPO) dan turunannya, serta batubara menjadi komoditas utama yang mencatatkan kenaikan nilai ekspor.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, meski nilai ekspor ketiga komoditas tersebut meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu, volume ekspornya justru mengalami penurunan.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menyampaikan, komoditas utama yang mencatatkan peningkatan nilai ekspor tersebut adalah besi dan baja, CPO dan turunannya, serta batubara.
Untuk besi dan baja, nilai ekspor sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$ 16,54 miliar. Nilai tersebut meningkat 2,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan berkontribusi sebesar 10,34% terhadap total ekspor nonmigas.
Namun, dari sisi volume, ekspor besi dan baja justru tercatat sebesar 12,37 juta ton atau turun 5,77% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Baca Juga: Destry Damayanti Besok Rabu (2/9) Disumpah Jadi Gubernur BI, Ini Arah Kebijakannya
Sementara itu, ekspor CPO dan turunannya juga mencatatkan kinerja positif dari sisi nilai. “Sedangkan kinerja ekspor CPO dan turunannya mencapai US$ 14,79 miliar atau dengan share 9,24%,” tutur Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).
Dari sisi volume, ekspor CPO dan turunannya mencapai 13,51 juta ton. Angka tersebut mengalami penurunan 6,97% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Komoditas unggulan lainnya, yakni batubara, juga mencatatkan pertumbuhan nilai ekspor. Sepanjang Januari-Juli 2026, nilai ekspor batubara mencapai US$ 14,47 miliar atau meningkat 4,75% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Namun, peningkatan nilai tersebut terjadi di tengah penurunan volume ekspor. Volume ekspor batubara tercatat sebesar 201,47 juta ton atau turun 6,17% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














