kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.709.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.818   -194,00   -1,08%
  • IDX 6.008   121,62   2,07%
  • KOMPAS100 794   18,85   2,43%
  • LQ45 597   10,61   1,81%
  • ISSI 206   5,10   2,54%
  • IDX30 339   4,60   1,38%
  • IDXHIDIV20 418   3,54   0,86%
  • IDX80 90   1,96   2,24%
  • IDXV30 113   2,76   2,50%
  • IDXQ30 109   1,12   1,03%

BPS Catat Surplus Neraca Perdagangan US$ 3,42 Miliar Pada September 2023


Senin, 16 Oktober 2023 / 12:14 WIB
BPS Catat Surplus Neraca Perdagangan US$ 3,42 Miliar Pada September 2023
ILUSTRASI. BPS mencatat, surplus neraca perdagangan pada September 2023 sebesar US$ 3,42 miliar. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Reporter: Bidara Pink | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, surplus neraca perdagangan pada September 2023 sebesar US$ 3,42 miliar. Surplus neraca perdagangan barang ini  naik US$ 300 juta dari surplus pada bulan sebelumnya. 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPS Amalia Adininggar mengungkapkan, surplus neraca perdagangan tersebut disumbang oleh suprlus komoditas non minyak dan gas (non migas). 

"Surplus komoditas non migas pada September 2023 sebesar US$ 5,43 miliar," terang Amalia dalam konferensi pers, Senin (16/10) di Jakarta. 

Baca Juga: Ekspor September 2023 Turun Jadi US$ 20,76 Miliar, Imbas Normalisasi Harga Komoditas

Surplus komoditas non migas disumbang oleh surplus bahan bakar mineral (HS 27), lemak dan minyak hewan (nabati) HS 15, serta besi dan baja (HS 72). 

Meski demikian, neraca migas tercatat defisit US$ 1,92 miliar, dengan penyumbang defisit adalah minyak mentah dan hasil minyak. 

Dengan perkembangan tersebut, Indonesia berarti sudah mencetak surplus selama 31 bulan berturut-turut, alias sejak Mei 2020 hingga September 2023. 

Namun, surplus neraca perdagangan September 2023 ini lebih rendah bila dibandingkan dengan surplus September 2022 yang sebesar US$ 4,99 miliar. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×