Reporter: kompas.com | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aksi demonstrasi mahasiswa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat, masih berlangsung hingga Jumat (12/6/2026) malam.
Massa tetap bertahan di lokasi aksi meski aparat keamanan terus memperketat penjagaan dan memblokade akses menuju Bundaran HI.
Hingga sekitar pukul 19.20 WIB, sejumlah kelompok mahasiswa masih menempati titik aksi.
Di barisan terdepan, mahasiswa Institut Pertanian Bogor (IPB) membentuk barikade manusia yang berhadapan langsung dengan pagar besi pengamanan milik kepolisian.
Baca Juga: Resmi Dimulai Saat Libur Lebaran! Transjakarta Rute Wisata Beroperasi Sampai Malam
Di sisi lain, mahasiswa Universitas Pancasila turut bertahan di garis depan, sementara massa dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta (UPNVJ) dan Universitas Negeri Jakarta (UNJ) berada di bagian belakang.
Di sepanjang trotoar dan badan jalan, massa yang tidak mengenakan atribut kampus terlihat duduk berkelompok.
Sebagian memanfaatkan waktu untuk beristirahat dan menyantap makanan yang disalurkan melalui gerakan solidaritas warga.
Meski aksi berlangsung relatif tertib, ketegangan masih terlihat di garis depan. Sejumlah mahasiswa berulang kali mencoba mendorong dan mendobrak barikade polisi untuk membuka akses menuju Bundaran HI.
Saat bergerak maju, massa meneriakkan seruan revolusi sebagai bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah.
“Revolusi! Revolusi! Revolusi!” teriak massa saat merapat ke arah barikade aparat.
Baca Juga: Cuaca Sumsel Minggu (17/5): Hujan Ringan Dominasi, Prabumulih hingga Lahat Waspada
Pergerakan massa tersebut membuat personel TNI dan Polri yang sebelumnya berada dalam posisi siaga kembali memperketat penjagaan. Aparat tetap menahan laju demonstran di sekitar kawasan depan UOB Plaza dan Thamrin Nine Ballroom.
Di belakang barikade, sejumlah kendaraan taktis milik Satsamapta Polda Metro Jaya juga terlihat bergerak mendekati titik konsentrasi massa sebagai bagian dari pengamanan aksi.
Dalam demonstrasi tersebut, mahasiswa menyuarakan lima tuntutan utama kepada pemerintah, yakni menghentikan pemborosan APBN, menurunkan harga kebutuhan pokok dan bahan bakar minyak (BBM), menghentikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) serta pembangunan Koperasi Desa Merah Putih, mengakhiri praktik militerisme di ranah sipil, dan mendesak Presiden Prabowo Subianto mengakui kesalahan pemerintah atas berbagai persoalan yang dinilai membebani masyarakat.
Baca Juga: Pilih Parfum Tahan Seharian, Cocok untuk Pria & Wanita: Anti Bau Apek
Hingga malam hari, aksi masih berlangsung dengan massa dan aparat tetap bertahan di posisi masing-masing, sementara akses menuju Bundaran HI masih ditutup untuk mencegah massa bergerak lebih jauh ke pusat keramaian ibu kota.
Sumber: https://megapolitan.kompas.com/read/2026/06/12/19343401/situasi-terkini-demo-mahasiswa-massa-masih-coba-terobos-barikade-aparat?source=personalisasi
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












