kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

BPS catat inflasi April sebesar 0,08%


Senin, 04 Mei 2020 / 11:13 WIB
ILUSTRASI. Kepala BPS Suhariyanto saat konpers inflasi April 2019


Reporter: Bidara Pink, Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi April 2020 sebesar 0,08% secara bulanan. Sehingga, secara tahunan, inflasi April tercatat sebesar 2,67%. Sementara itu, inflasi sepanjang tahun ini alias tahun kalender tercatat sebesar 0,84%.

Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, pergerakan inflasi ini tidak biasa. Kalau dibandingkan dengan pola-pola tahun sebelumnya, saat ramadan inflasi meningkat. Tahun ini inflasi menjelang ramadan justru melambat. 

Baca Juga: Data resmi dari BPS dirilis hari ini, BI perkirakan inflasi April 2020 sebesar 0,18%

"Inflasi tahun ini tidak biasa, karena situasi yang tidak biasa ada pandemi covid-19 jadi inflasi melambat," katanya saat konferensi pers Senin (4/5).

Beberapa komoditas yang menyumbang inflasi adalah bawang merah dengan andil inflasi 0,08%, gula pasir 0,02%, minyak goreng, rokok kretek filter, bera dan rokok putih andilnya masing-masing 0,01%.

Di sisi lain, ada beberapa barang yang menghambat inflasi atau menyumbang deflasi yakni cabai merah sebesar 0,08%, daging ayam ras 0,05%, bawang putih 0,02%.

Melambatnya inflasi pada April 2020 ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama, terjaganya pasokan pangan akibat upaya antisipatif pemerintah dalam menyiapkan ketersediaan pasokan pangan sejak awal sehingga harga stabil dan pasokan terjaga. 

Kedua, adanya penurunan permintaan barang dan jasa dari masyarakat karena adanya penurunan aktivitas sosial yang disebabkan oleh kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) akibat Covid-19. 

Baca Juga: Tekan laju inflasi tahun 2020, begini strategi pemerintah

Ketiga, Suhariyanto mengatakan bahwa inflasi yang rendah ini mencerminkan bawah adanya penurunan daya beli rumah tangga. Inipun tercermin dari inflasi inti yang juga tercatat menurun. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×