kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.021.000   -21.000   -0,69%
  • USD/IDR 16.974   58,00   0,34%
  • IDX 7.137   -224,90   -3,05%
  • KOMPAS100 989   -32,34   -3,17%
  • LQ45 728   -22,86   -3,04%
  • ISSI 249   -9,93   -3,83%
  • IDX30 392   -8,64   -2,16%
  • IDXHIDIV20 487   -9,80   -1,97%
  • IDX80 111   -3,58   -3,12%
  • IDXV30 132   -2,45   -1,82%
  • IDXQ30 127   -2,57   -1,99%

Potensi Zakat Fitrah 2026 Diprediksi Capai Rp 7,1 Triliun, Tapi Turun 5,33%


Jumat, 13 Maret 2026 / 16:26 WIB
Potensi Zakat Fitrah 2026 Diprediksi Capai Rp 7,1 Triliun, Tapi Turun 5,33%
ILUSTRASI. Proyeksi penerimaan zakat tahun 2026 (ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Lembaga Riset Institute for Demographic and Affluence Studies (IDEAS) memproyeksikan potensi zakat fitrah secara nasional pada Ramadan 2026 akan mencapai kisaran Rp 6,4 triliun hingga Rp 7,1 triliun. Angka ini setara dengan 480.100 hingga 541.400 ribu ton beras.

Meskipun secara volume jumlah beras meningkat, nilai ekonomi zakat fitrah tahun ini justru diproyeksikan menurun dibandingkan tahun 2025 yang kala itu mencapai Rp 6,8 triliun hingga Rp 7,5 triliun.

Peneliti IDEAS, Tira Mutiara, menjelaskan bahwa kenaikan volume zakat didorong oleh bertambahnya jumlah muzakki yang diperkirakan mencapai 192 juta hingga 216,6 juta jiwa. Namun, penurunan harga beras sebagai basis perhitungan membuat nilai konversi rupiahnya menyusut.

Baca Juga: Jelang Mudik Lebaran 2026, Jalur Menuju Merak Diklaim 96% Siap Dilalui Pemudik

“Secara volume zakat fitrah meningkat karena jumlah muzakki bertambah. Namun jika dikonversi ke nilai rupiah, potensinya justru menurun sekitar 5,5–6,39% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi oleh penurunan rata-rata harga beras yang dikonsumsi masyarakat,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (13/3/2026).

Tira menuturkan, faktor utama penurunan ini adalah harga beras yang kini berada di kisaran rata-rata Rp 15.000 per kilogram (kg), setelah sebelumnya sempat melonjak ke level Rp 16.000 per kg. Selain itu, terdapat indikasi masyarakat mulai beralih dari konsumsi beras premium ke beras dengan harga yang lebih terjangkau akibat tekanan daya beli.

Dia mencatat, penurunan nilai zakat paling signifikan terjadi pada kelompok muzakki kelas menengah-atas, yakni turun sekitar 8,9% dari Rp 3,8 triliun di 2025 menjadi Rp 3,5 triliun di 2026.

“Kondisi ini menunjukkan bahwa tekanan ekonomi tidak hanya dirasakan oleh kelompok miskin dan rentan, tetapi mulai menjalar ke kelas menengah. Ruang fiskal mereka semakin terbatas, termasuk untuk memenuhi kewajiban sosial-keagamaan seperti zakat fitrah,” kata Tira.

Data IDEAS menunjukkan jumlah kelas menengah pada 2025 tercatat turun sekitar 1,1 juta orang dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan ini berdampak langsung pada aktivitas filantropi, mengingat kelompok ini merupakan kontributor penting bagi zakat, infak, dan sedekah.

Meski nilainya menurun, zakat fitrah tetap memegang peran krusial sebagai bantalan konsumsi bagi 24,1 juta penduduk Muslim termiskin (desil 1). 

Jika zakat fitrah didistribusikan dalam bentuk uang sebesar Rp 6,4 triliun hingga Rp 7,1 triliun, setiap mustahik diperkirakan menerima sekitar Rp 265.000 hingga Rp 296.000 per kapita.

Baca Juga: Menkeu Purbaya Pimpin Sidang Debottlenecking, Bahas Hambatan Izin Investasi

“Zakat fitrah dapat menjadi bantalan ekonomi bagi kelompok rentan untuk menjaga konsumsi pangan. Pada saat yang sama, distribusinya juga mendorong perputaran ekonomi di tingkat masyarakat,” pungkas Tira.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Financial Statement in Action

[X]
×