Reporter: Kiki Safitri | Editor: Yudho Winarto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Tahun 2020 diprediksi akan menyumbang cukup banyak tenaga produktif (bonus demografi) daripada tenaga non produktif. Yang kemudian menjadi masalah apabila bonus demografi tersebut tidak dimanfaatkan dengan maksimal.
Menurut Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Indonesia Muhammad Faisal, bonus demografi ini dapat dimanfaatkan dalam menyumbang perekonomian jika diimbangi dengan kualitas lulusan yang baik.
"Kalau yang 2020 tenaga produktif lebih besar dari yang non produktif itu kan secara jumlah. Jadi kalau mau ada dampak terhadap ekonomi bukan hanya dari sisi jumlah, tapi bagaimana dengan kualitasnya itu," ungkap Faisal kepada Kontan.co.id, Minggu (2/12).
Peningkatan kualitas tenaga kerja dinilai penting karena dalam berkontribusi terhadap peningkatan ekonomi, haruslah berkaitan dengan pekerjaan yang berkualitas dan bukan asal bekerja saja
"Jadi artinya mereka masuk ke dalam angkatan kerja bukan asal bekerja. Jenis pekerjaan juga yang berkualitas, yang punya nilai tambah tinggi terhadap perekonomian," jelasnya.
Langkah selanjutnya adalah bagaimana kemudian pemerintah turut mendukung pemanfaatan bonus demografi ini dengan membuka lapangan pekerjaan sebesar mungkin. Tapi juga turut memperhatikan karakteristik pertumbuhan angkatan kerja produktif ini.
"Masalahnya adalah bagaimana pemerintah menyediakan atau membuka sebesar mungkin lapangan pekerjaan yang sesuai. Jadi memang hal-hal yang selama ini kita lihat adanya miss match antara supply tenaga kerja dan kebutuhannya," jelasnya
Ia menyebut bahwa agar tidak terjadi miss match, supply tenaga kerja harus diselaraskan dengan kebutuhan industri. Hal ini terkait dengan sertifikasi dan standar profesi untuk meningkatkan mutu SDM.
"Misalkan lulusan SMK atau Diploma harus ada dari sisi keterampilan dan training sesuai dengan kebutuhan industrinya juga. Sebagian industri membutuhkan standar kompetensi tertentu jadi ini yg harus dijembatani, supaya penduduk produktif ini terserap ke dalam pasar kerja," tegasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













