kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.695.000   18.000   0,67%
  • USD/IDR 17.877   52,00   0,29%
  • IDX 6.471   69,00   1,08%
  • KOMPAS100 835   6,18   0,75%
  • LQ45 636   3,55   0,56%
  • ISSI 227   4,88   2,19%
  • IDX30 355   1,72   0,49%
  • IDXHIDIV20 432   1,94   0,45%
  • IDX80 95   0,63   0,66%
  • IDXV30 120   1,06   0,90%
  • IDXQ30 113   0,63   0,56%

BNPB Perluas Penanganan Korban Gempa NTT, Anak-anak Dapat Trauma Healing


Selasa, 18 Agustus 2026 / 13:06 WIB
BNPB Perluas Penanganan Korban Gempa NTT, Anak-anak Dapat Trauma Healing
ILUSTRASI. Gempa NTT (REUTERS/Edgar Su)


Reporter: Hervin Jumar | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penanganan korban gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) mulai diperluas ke aspek psikososial.

Pemerintah tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, tetapi juga memberikan pendampingan bagi anak-anak yang terdampak bencana.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan mengatakan, dukungan psikososial diberikan kepada pengungsi di GOR Samador, Kabupaten Sikka.

Baca Juga: Mentan Copot 14 Pegawai Kementan, Diduga Rugikan Negara Hingga Miliaran Rupiah

Dukungan tersebut dilakukan melalui kegiatan trauma healing dan perpustakaan keliling yang ditujukan untuk membantu anak-anak menghadapi tekanan selama berada di pengungsian.

"Kegiatan dukungan psikososial tersebut juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk kembali merasakan suasana yang lebih nyaman dan aman," kata Berton dalam keterangan tertulis, Selasa (18/8/2026).

Layanan psikososial tersebut menyasar anak-anak yang harus menjalani aktivitas sehari-hari dalam kondisi pengungsian.

Perpustakaan keliling dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Kabupaten Sikka menyediakan beragam bahan bacaan agar anak-anak tetap memiliki aktivitas belajar dan bermain.

Selain membaca, anak-anak juga mengikuti kegiatan trauma healing melalui berbagai aktivitas interaktif. Kegiatan tersebut meliputi permainan edukatif, bercerita, bernyanyi hingga aktivitas kelompok.

Baca Juga: Bersiap! Pemerintah Mulai Mengerem Insentif Pajak pada 2027

Rangkaian kegiatan dirancang untuk membantu anak-anak mengekspresikan perasaan sekaligus mengurangi kecemasan dan tekanan psikologis setelah mengalami bencana.

Para pendamping juga mengajak anak-anak berinteraksi dan bermain bersama agar mereka tetap dapat menjalani aktivitas yang sesuai dengan usia serta kebutuhan perkembangan.

BNPB menyebut dukungan psikososial merupakan bagian penting dalam penanganan bencana. Dampak gempa tidak hanya berkaitan dengan kerusakan fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar, tetapi juga kondisi psikologis masyarakat.

Kelompok rentan, terutama anak-anak, dinilai membutuhkan perhatian khusus selama berada di pengungsian.

Layanan trauma healing dan perpustakaan keliling di GOR Samador diharapkan dapat terus diberikan selama masyarakat masih berada di lokasi pengungsian.

Kolaborasi antara pemerintah dan berbagai pihak juga diperlukan agar proses pemulihan masyarakat terdampak gempa di NTT dapat berjalan secara menyeluruh.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×