kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.677.000   2.000   0,07%
  • USD/IDR 17.825   -17,00   -0,10%
  • IDX 6.402   100,12   1,59%
  • KOMPAS100 829   5,89   0,72%
  • LQ45 632   5,12   0,82%
  • ISSI 223   5,51   2,54%
  • IDX30 354   2,79   0,80%
  • IDXHIDIV20 430   2,74   0,64%
  • IDX80 95   0,68   0,73%
  • IDXV30 119   1,18   1,00%
  • IDXQ30 112   0,79   0,71%

Pemerintah Segera Bangun Rumah untuk Korban Gempa NTT


Selasa, 18 Agustus 2026 / 04:40 WIB
Pemerintah Segera Bangun Rumah untuk Korban Gempa NTT
ILUSTRASI. Gempa NTT (via REUTERS/BASARNAS)


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah akan membangun rumah untuk korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, NTT, pada Sabtu (15/8/2026) pukul 04.58 WIB tersebut menyebabkan banyak bangunan roboh dan korban jiwa sebanyak 68 orang, merujuk data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Senin (17/8).

Dilansir dari Kompas.com, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) mulai menyiapkan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Persiapan pembangunan hunian tetap tersebut dilakukan meski wilayah terdampak masih berada dalam masa tanggap darurat.

Menteri PKP Maruarar Sirait atau Ara mengatakan, pemerintah tidak perlu menunggu masa tanggap darurat berakhir untuk mulai menyiapkan pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak bencana.

Menurut dia, penanganan sektor perumahan perlu berjalan lebih cepat dengan melibatkan pemerintah daerah.

“Saya tahu ini masih masa tanggap darurat, tapi kita juga seperti di Sumatera, saat tanggap darurat kita juga sudah mulai membangun,” ujar Ara seusai perayaan HUT ke-81 RI.

Ara mengatakan, pemerintah dapat mempersiapkan pembangunan hunian tetap sembari penanganan kondisi darurat masih berjalan.

“Kita bekerja sama, membangun rumah tetap. Jadi kita harus bekerja lebih cepat lagi,” katanya.

Baca Juga: Ekonom:Biaya Penarikan Utang Baru 2027 Mahal, Bayar Bunga Utang Pemerintah Rp 650,3 T

Kementerian PKP koordinasi dengan daerah

Ara menegaskan, Kementerian PKP telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak untuk mempercepat penanganan kebutuhan perumahan masyarakat terdampak gempa di NTT.

Ia meminta jajarannya mempercepat pekerjaan, memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah, serta memastikan penanganan dilakukan secara tepat.

“Tugas kami adalah membangun rumah di NTT. Kita juga bekerja lebih cepat, bekerja sama dengan teman-teman di daerah,” ujar Ara.

Menurut Ara, pembangunan hunian tetap menjadi bagian penting dari proses pemulihan setelah bencana. Pemerintah perlu memastikan masyarakat terdampak tidak terlalu lama tinggal dalam kondisi hunian sementara.

Tonton: Indonesia Ekspor 1.000 Ton Beras ke Malaysia, Harganya Rp17.000 per Kg

Belajar dari penanganan bencana di Sumatera

Ara mengatakan percepatan persiapan pembangunan rumah ketika masa tanggap darurat masih berlangsung bukan merupakan pola baru bagi pemerintah.

Ia mencontohkan penanganan bencana di Sumatera. Dalam pengalaman tersebut, pemerintah telah memulai pembangunan rumah permanen ketika proses tanggap darurat masih berjalan.

Pengalaman tersebut menjadi pembelajaran bagi pemerintah untuk mempercepat penanganan sektor perumahan di NTT.

Menurut Ara, pemerintah tidak ingin pembangunan rumah bagi masyarakat terdampak terlalu lama tertunda hanya karena harus menunggu masa tanggap darurat selesai.

Tonton: Proyek Apartemen China di IKN Mulai Terjual, 100 Unit Sudah Dipesan

Pembangunan rumah tidak hanya mengandalkan APBN

Dalam memenuhi kebutuhan hunian masyarakat terdampak bencana, pemerintah juga tidak hanya mengandalkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN).

Ara mengatakan pembangunan maupun renovasi rumah dapat dilakukan melalui berbagai sumber pendanaan dan skema gotong royong.

“Kita sudah buktikan banyak rumah yang dibangun dengan menggunakan APBN, menggunakan uang subsidi, tapi juga banyak yang direnovasi dan dibangun dengan menggunakan gotong royong,” kata Ara.

Gotong royong tersebut, lanjut dia, melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, badan usaha milik negara (BUMN), swasta, Bank Indonesia (BI), hingga Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurut Ara, kolaborasi tersebut menjadi salah satu kekuatan pemerintah dalam mempercepat penyediaan rumah layak bagi masyarakat.

“Gotong royong itu bukan slogan bagi kami, tetapi kami laksanakan,” ujarnya.

Pola tersebut diharapkan dapat terus diperluas sehingga semakin banyak masyarakat, termasuk korban bencana di NTT, dapat segera memperoleh hunian yang layak.

Tonton: CPNS Sekolah Kedinasan 2026 Dibuka 18 Agustus, Catat Jadwal Lengkapnya

Pemerintah kejar percepatan pembangunan rumah di NTT

Penanganan kebutuhan perumahan masyarakat terdampak gempa menjadi salah satu bagian dari proses pemulihan NTT.

Kementerian PKP kini mendorong agar persiapan pembangunan hunian tetap dapat berjalan paralel dengan penanganan kondisi darurat.

Bagi pemerintah, kecepatan pembangunan rumah menjadi penting agar masyarakat terdampak dapat segera kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan aman.

Ara pun meminta jajarannya memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait agar pembangunan rumah di NTT dapat berjalan lebih cepat dan tepat sasaran.






Sebagian artikel tayang di https://www.kompas.com/properti/read/2026/08/17/190000721/pemerintah-siapkan-pembangunan-rumah-korban-ntt?page=all#page2.




 

Proyek Apartemen China di IKN Mulai Terjual, 100 Unit Sudah Dipesan

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×