kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.580.000   -17.000   -0,65%
  • USD/IDR 17.988   -10,00   -0,06%
  • IDX 6.122   -26,16   -0,43%
  • KOMPAS100 793   -5,23   -0,65%
  • LQ45 608   -3,65   -0,60%
  • ISSI 212   -0,09   -0,04%
  • IDX30 337   -1,94   -0,57%
  • IDXHIDIV20 427   -0,46   -0,11%
  • IDX80 91   -0,65   -0,71%
  • IDXV30 115   -0,40   -0,35%
  • IDXQ30 110   -0,10   -0,09%

DEN Ingatkan Pemerintah Akan Ancaman El Nino dan La Nina ke Sektor Pangan


Selasa, 29 September 2026 / 18:01 WIB
DEN Ingatkan Pemerintah Akan Ancaman El Nino dan La Nina ke Sektor Pangan
Mari Elka Pangestu (Kontan/Genta Disa)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID-JAKARTA. Wakil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Mari Elka Pangestu mengingatkan pemerintah untuk mewaspadai dampak fenomena El Nino dan La Nina terhadap perekonomian Indonesia.

Perubahan iklim tersebut berpotensi memicu bencana alam, mengganggu distribusi, hingga menekan ketersediaan dan harga pangan.

Mari mengatakan, El Nino menjadi salah satu tantangan yang perlu mendapat perhatian serius.

Berdasarkan perkiraan yang disampaikannya, El Nino tahun ini berpotensi memiliki tingkat keparahan seperti yang terjadi pada 2015.

"Menurut saya perlu sangat kita waspadai itu adalah El Nino, perubahan iklim yang akan datang dari El Nino dan La Nina," ujar Mari dalam Kontan Economic and Demographic Forum 2026, Selasa (29/9/2026).

Baca Juga: DEN Ungkap Ada Empat Disrupsi Global Bakal Uji Ketahanan Ekonomi Indonesia

Menurutnya, El Nino diperkirakan berlanjut hingga akhir tahun ini dan tahun depan, sebelum kemudian beralih ke fenomena La Nina.

Mari mengingatkan, apabila perubahan iklim tersebut tidak diantisipasi dengan baik, dampaknya dapat merembet ke berbagai sektor ekonomi. El Nino dapat memicu kekeringan maupun bencana alam yang kemudian mengganggu produksi dan distribusi pangan.

"Kalau kita tidak antisipasi dengan baik, apakah itu akan menyebabkan bencana alam, apakah itu akan menyebabkan kekeringan, yang akhirnya pengaruhnya ke pangan maupun transportasi," katanya.

Gangguan tidak hanya berpotensi terjadi pada sektor pangan. Mari juga menyoroti risiko terhadap transportasi dan distribusi komoditas. Ia mencontohkan adanya gangguan terhadap pengiriman batubara akibat kondisi cuaca.

Sementara ketika memasuki fase La Nina, risiko yang dihadapi dapat berubah. Fenomena tersebut dapat memicu curah hujan tinggi dan banjir yang juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi dan distribusi barang.

Baca Juga: DEN: Ekspor Indonesia Tetap Tumbuh, Ditopang Komoditas dan Hilirisasi

Karena itu, Mari menilai pemerintah perlu memberikan perhatian khusus terhadap sektor pangan. Antisipasi diperlukan untuk menjaga ketersediaan pangan sekaligus mengendalikan harga pangan ketika terjadi gangguan produksi maupun distribusi.

"Jadi pangan ini harus benar-benar kita waspadai, karena harga pangan tentunya, ketersediaan pangan dan harga pangan perlu kita waspadai," tegasnya.

Menurut Mari, risiko perubahan iklim tersebut menjadi tambahan tantangan bagi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi global, termasuk perlambatan ekonomi dunia dan ketidakpastian pasar eksternal.

Selain perubahan iklim, Indonesia juga perlu menghadapi tantangan harga minyak yang masih berpotensi tinggi serta disrupsi teknologi dan kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Pemerintah Berencana Kembangkan E50, DEN Soroti Pembangunan Pabrik & HIP Bioetanol

Namun, Mari menekankan pentingnya mengantisipasi dampak El Nino dan La Nina sejak dini agar gangguan terhadap pangan, transportasi, dan aktivitas ekonomi dapat diminimalkan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×