Reporter: Leni Wandira | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi pada triwulan I 2026 mencapai Rp 498,8 triliun. Angka ini tumbuh 7,2% secara tahunan dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 465,2 triliun.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani mengatakan capaian tersebut juga telah memenuhi target kuartalan yang ditetapkan pemerintah.
“Capaian realisasi investasi pada triwulan I tahun 2026 tercatat Rp 498,8 triliun, dengan penyerapan tenaga kerjanya adalah 706.569 tenaga kerja atau naik 18,9% secara year-on-year,” ujar Rosan dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/4/2026).
Baca Juga: Insentif Investasi Akan Prioritaskan Sektor Padat Karya & EBT Demi Serap Tenaga Kerja
Secara keseluruhan, realisasi investasi pada kuartal pertama ini setara 24,4% dari target investasi nasional tahun 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun.
Dari sisi sumber investasi, kontribusi penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan penanaman modal asing (PMA) relatif seimbang. PMDN menyumbang Rp 248,8 triliun atau 49,9% dari total investasi, tumbuh 6% secara tahunan. Sementara PMA mencapai Rp 250 triliun atau 50,1% dari total realisasi.
BKPM mencatat lima negara utama penyumbang investasi terbesar, yakni Singapura sebesar US$4,6 miliar, Hong Kong (China) US$2,7 miliar, China US$ 2,2 miliar, Amerika Serikat US$ 1,3 miliar, dan Jepang US$ 1 miliar.
Dari sisi sektor, investasi terbesar mengalir ke industri logam dasar dan barang logam bukan mesin sebesar Rp 69,4 triliun, diikuti jasa lainnya Rp 64,2 triliun, pertambangan Rp 51,9 triliun, kawasan perumahan dan industri Rp 48 triliun, serta sektor transportasi dan telekomunikasi Rp 45,4 triliun.
Sebagian besar investasi hilirisasi tercatat berada di luar Pulau Jawa, dengan porsi mencapai 75,5% atau Rp 111,4 triliun. Daerah tujuan utama antara lain Sulawesi Tengah Rp 24,1 triliun, Maluku Utara Rp 18,6 triliun, Jawa Barat Rp 13 triliun, Nusa Tenggara Barat Rp 12,9 triliun, dan Kepulauan Riau Rp 9,6 triliun.
Baca Juga: KPAI Sebut PP Tunas Jadi “Sabuk Pengaman” Anak, Pemerintah Kawal Ketat Implementasi
“Sementara, kalau kita lihat daerah realisasi PMDN dan PMA triwulan I 2026 adalah Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah,” kata Rosan.
BKPM berharap tren pertumbuhan investasi ini dapat berlanjut pada kuartal berikutnya guna mendukung pencapaian target investasi nasional sepanjang 2026.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













