Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kinerja penjualan eceran pada September 2026 diperkirakan mengalami kontraksi sebesar 2,3% secara bulanan atau month to month (MtM). Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh melemahnya penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau.
Berdasarkan hasil survei Bank Indonesia, kinerja penjualan eceran diprediksi terkontraksi 2,3% MtM pada September 2026 berbalik dari kondisi Agustus 2026 yang masih tumbuh 0,8% MtM.
"Secara bulanan, penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan terkontraksi sebesar 2,3% (MtM), terutama dipengaruhi oleh penurunan pada kelompok makanan, minuman, dan tembakau," ujar Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Ramdan Denny Prakoso dalam keterangan resminya, Jumat (9/10/2026).
Baca Juga: DJP Siapkan Dinamisasi Angsuran PPh 25 Jelang Akhir Tahun, Ini Sektor yang Dibidik
BI mencatat, penurunan penjualan bulanan pada September 2026 terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang diprakirakan terkontraksi 3,2% MtM. Selain itu, kelompok barang budaya dan rekreasi juga diprakirakan turun 3% MtM.
Meski demikian, sejumlah kelompok barang masih diprakirakan mencatatkan pertumbuhan penjualan. Kelompok peralatan informasi dan komunikasi diperkirakan tumbuh 5,9% MtM, diikuti kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 2,9% MtM serta kelompok suku cadang dan aksesori sebesar 1,2% MtM.
Pertumbuhan pada sejumlah kelompok tersebut diprakirakan dapat menahan penurunan penjualan eceran yang lebih dalam pada September 2026.
Penjualan Eceran Masih Tumbuh Tahunan
Kendati mengalami kontraksi secara bulanan, penjualan eceran pada September 2026 diprakirakan masih tumbuh secara tahunan.
BI memperkirakan Indeks Penjualan Riil (IPR) September 2026 mencapai level 221,3 atau tumbuh 1,4% secara tahunan (year on year/YoY). Pertumbuhan ini lebih tinggi dibandingkan dengan realisasi Agustus 2026 sebesar 1,3% YoY.
Peningkatan penjualan secara tahunan terutama ditopang oleh kelompok barang lainnya yang diprakirakan tumbuh 7,8% YoY, kelompok perlengkapan rumah tangga lainnya sebesar 1% YoY, serta kelompok barang budaya dan rekreasi sebesar 1,8% YoY.
Baca Juga: Belanja MBG Tembus Rp 153,19 Triliun per September 2026, Anggaran Bakal Disesuaikan
Di sisi lain, beberapa kelompok barang masih mengalami kontraksi. Kelompok peralatan informasi dan komunikasi diprakirakan terkontraksi 6,8% YoY, sedangkan kelompok bahan bakar kendaraan bermotor turun 3,6% YoY.
Sebelumnya, pada Agustus 2026, penjualan eceran tumbuh 1,3% YoY, meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan Juli 2026 sebesar 1,1% YoY. Kenaikan tersebut didorong oleh peningkatan penjualan kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta kelompok suku cadang dan aksesori.
Secara bulanan, penjualan eceran pada Agustus 2026 juga mencatatkan pertumbuhan 0,8% MtM, berbalik dari kontraksi 0,1% MtM pada Juli 2026. Kondisi tersebut sejalan dengan terjaganya permintaan selama periode perayaan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.
Ekspektasi Harga Meningkat
Di tengah proyeksi kontraksi penjualan eceran secara bulanan, BI juga mencermati peningkatan ekspektasi harga pada periode mendatang.
Indeks Ekspektasi Harga Umum (IEH) November 2026 tercatat sebesar 149,9, lebih tinggi dibandingkan dengan indeks periode sebelumnya sebesar 146,5.
Sementara itu, IEH Februari 2027 mencapai 177,9, meningkat dibandingkan dengan indeks periode sebelumnya sebesar 166,0.
Peningkatan indeks tersebut mengindikasikan ekspektasi kenaikan harga yang lebih tinggi pada periode mendatang. Perkembangan ini menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam melihat prospek konsumsi masyarakat dan tekanan inflasi ke depan.
Baca Juga: Subsidi dan Kompensasi Energi Naik 54,1% Tembus Rp 376,8 Triliun per September 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














