kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.863.000   45.000   1,60%
  • USD/IDR 17.144   14,00   0,08%
  • IDX 7.676   175,76   2,34%
  • KOMPAS100 1.063   25,24   2,43%
  • LQ45 764   17,96   2,41%
  • ISSI 277   5,37   1,98%
  • IDX30 406   7,07   1,77%
  • IDXHIDIV20 492   5,61   1,15%
  • IDX80 119   2,81   2,42%
  • IDXV30 137   1,27   0,94%
  • IDXQ30 130   1,67   1,30%

BI pertanyakan alokasi penghematan subsidi BBM


Selasa, 23 Desember 2014 / 18:58 WIB
ILUSTRASI. Jenis kepribadian dan keberuntungan seseorang ternyata bisa dilihat hanya dengan dari bentuk dahinya saja, simak penjelasannya ini.


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Dalam pertemuan dengan Presiden Jokow Widodo, sore tadi di Istana Negara, Gubernur BI Agus Martowardojo menanyakan mengenai alokasi anggaran subsidi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.

Menurut Agus, target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,8% pada tahun 2015 tergantung dari penggunaan anggaran tersebut. "Bagaimana alokasinya, menjadi pengeluaran produktif dan betul-betul terealisasi di tahun berjalan," ujar Agus, Selasa (22/12) di Istana Negara.

Agus sendiri memperkirakan pertumbuhan ekonomi tahun 2015 akan bergerak dalam range antara 5,4%-5,8%. Salah satu pendorongnya adalah belanja pemerintah yang lebih produktif dan efektif.

Seperti diketahui, dampak kenaikan harga BBM bersubsidi Rp 2.000 per liter November lalu, pemerintah bisa menghemat anggaran sebesar Rp 120 triliun. Pemerintah berjanji untuk membelanjakan penghematan itu untuk program produktif, seperti pembangunan infrastruktur.

Namun selain penggunaan anggaran, BI juga menilai penting bagi pemerintah untuk memperbaiki iklim investasi. Caranya dengan memperbaiki mekanisme perizinan investasi. Selain itu juga mendorong perbaikan di sektor pertanian, dan industri lain yang menjadi senjata pemerintah yaitu kemaritiman.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×